NARASIJURNAL.COM, Bungo- Sempat beredar baru-baru ini di Kabupaten Bungo-Jambi mengenai adanya beras palsu alias beras plastik, isu ini berkembang baik ditengah masayarakat maupun di media sosial (Medsos). Terkat hal ini, Wakil Bupati (Wabup) didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten Bungo melakukan konfrensi Pers di Ruang kerja Wabup, hadir media cetak, media Elektronik dan media online Juma’at (24/01/2020).
Dikatakan Wabup dalam Konfrensi Pers tersebut, beberapa hari lalu, pihaknya bersama Tim satgas pangan dan balai pom telah melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke toko-toko yang ada di Kabupaten Bungo. Hal ini dilakukan, guna untuk mengambil sample, kemudian itu dari hasil Laboratorium, tidak ditemukan adanya peredaran beras plastik di Kabupaten Bungo sebagaimana isu yang berkemabang.
”Kita telah melakukan pengecekan langsung ke took-toko, pada tangga 22 Januari kemarin, kita berama Tim turun kelokasi dan mengambil sampel dan melakukan cek uji ke Laboraturium, dan hasilnya tidak ditemukan beras pelastik,” ujar Wabu.
Wabup menjelaskan, masyarakat harus bisa membedakan mana beras asli atau beras palsu. Adapun ciri-ciri untuk membedakan beras asli dan palsu (Beras Plastik_red), beras asli itu memiliki goresan bekas sekam, sementara belas plastik itu cirinya mulus.
“Beras asli ini, jika kita rendam air atau di cuci airnya akan keruh, sementara beras pelastik tidak keruh, dan beras asli itu kalau kita genggam sebagian akan patah, kalau beras pelastik tidak, dan banyak lagi yang bisa membedakannya. Kita harap masyarakat cerdas dan teliti dalam membeli beras,” pungkasnya. (NJ)
