NARASIJURNAL.COM, Tanjabbar – Terhitung dari Januari – Desember 2021, jumlah perkara yang masuk di Kantor Pengadilan Agama (PA) Kuala Tungkal kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) mengalami peningkatan dari pada tahun 2020 lalu.
Berdasarkan input data PA Kuala Tungkal, Kamis (30/12/2021) mencatat jumlah sisa perkara tahun 2020 sebanyak 14 perkara, sedangkan di tahun 2021 menerima sebanyak 1.485 perkara total perkara yang di proses sebanyak 1.499 perkara.
Peningkatan jumlah perkara tersebut di sebabkan karena faktor ekonomi yang kurang stabil serta pengaruh pemahaman hukum bagi masyarakat yang semakin meningkat.
“Sepanjang tahun 2021, perkara cerai gugat merupakan yang terbanyak, dengan total 415 gugatan, disusul dengan cerai talak dengan total 124 gugatan. Kemudian, Perkara isbath nikah mengalami peningkatan di tahun ini dengan total 632 perkara, di karenakan dengan ada nya program isbath pelayanan terpadu bekerjasama dengan pemkab tanjabbar,” jelas Ketua PA kuala tungkal, Zakaria Ansori SHI MH.
Lanjut Zakaria, angka perceraian di kabupaten tanjabbar lebih banyak di ajukan oleh istri (cerai gugat) sebanyak 415 perkara dibanding oleh suami (cerai talak) sebanyak 124 perkara.
Sementara, dari tingkat kecamatan di wilayah hukum PA Kuala Tungkal Kabupaten Tanjabbar dari 13 kecamatan kabupaten Tanjabbar perkara terbanyak terdapat pada kecamatan Pengabuan dengan total 437 perkara,di susul oleh kecamatan Tungkal Ilir sebanyak 329 perkara, di lanjut oleh kecamatan Renah Mendaluh sebanyak 150 perkara, hal ini berkemungkinan karena adanya kesadaran hukum dari masyarakat, aparat terkait, serta isbath nikah terpadu.
Selanjutnya, perkara yang teregistrasi berjumlah 1.494 perkara (99, 66%), dari keseluruhan perkara tersebut berhasil di putus dan di selesaikan dengan tepat waktu.
“Dari hasil data tersebut, perkara yang diterima di Kantor PA Kuala Tungkal kabupaten Tanjabbar mengalami perkara terbanyak, sehingga menduduki posisi peringkat pertama di provinsi jambi, sedangkan untuk angka perceraian menduduki posisi ke dua setelah kota jambi,” tutup Zakaria. (Fir/NJ).
