NARASIJURNAL.COM, Tanjabbar – Terkait beredarnya berita di Media sosial (Medsos) tentang, pelayanan lambat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) pekan lalu, sehingga membuat keluarga pasien kecewa terhadap perawat yang bertugas.
Hal tersebut Dewan Pengawas (Dewas) RSUD KH Daud Aarif, H Alam Sukisman saat ditemui tim Media Narasijurnal.com di ruangan kerja nya menerangkan, dirinya sangat menyayangkan dengan beredarnya berita isu tersebut, karena para dokter dan perawat sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melayani pasien sesuai dengan bidang kerja nya.
Kata Sukisman, terkait isu tersebut saat di konfirmasi dokter yang bertugas mengatakan, pasien tersebut akan di rujuk ke Jambi, akan tetapi keluarga pasien tidak sabar menunggu untuk proses prosedural yang di lakukan oleh pihak RSUD kepada pasien yang akan di rujuk di jambi,” ucap Dewas RSUD.
Katanya lagi, ada beberapa Prosedural yang harus dilakukan oleh pihak RSUD kepada pasien yang akan di rujuk ke Jambi seperti, pemeriksaan penyakit terhadap pasien oleh dokter, kemudian mengkonfirmasi RSUD jambi bahwa pasien akan di rujuk ke jambi, setelah konfirmasi selanjutkan akan ada proses Administrasi pasien yang harus di selesaikan.
“Jadi tidak langsung untuk di rujuk ke RSUD Jambi, tentu melewati beberapa prosedur. Sementara mengenai pelayanan, pasien kita layani dengan sepenuh hati, sesuai dengan bidangnya masing- masing oleh dokter dan perawat yang bertugas. Sementara, terkait isu yang beredar tersebut, itu tidak benar”, tegas Dewas.
Ditambahkan Sukisman, kebetulan pada saat itu, bersamaan, pasien yang datang di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sangat ramai. Oleh karena itu, ia meminta agar sama-sama mengerti dengan keadaan.
“Dokter serta perawat juga manusia, pasien akan kita layani dengan sepenuh hati dengan secara bergiliran, jadi tidak ada yang namanya pasien akan terlantarkan,” tutup Dewas.
Kabid pelayanan medik dan keperawatan Lenni Triana S Kep saat di konfirmasi di ruangan yang sama menjelaskan, kejadian tersebut ada sedikit salah faham antara keluarga pasien dengan pihak perawat yang bertugas, terjadinya ” Miss Communications” Sehingga membuat keluarga pasien komplain terhadap pelayanan yang di lakukan.
Pasien kita layani sesuai dengan prosedural yang ada, bukan berarti tidak di layani, hanya saja keluarga pasien tidak sabar untuk menunggu tindakan selanjutnya, kata Lenni.
Hal tersebut berkemungkinan keluarga pasien dalam keadaan panik, sehingga mereka komplain terhadap pelayanan, Tandasnya.
Terpisah, salah satu penggiat sosial dan kesehatan Yuliawati (38) yang sering disapa dengan bunda Uli yang sering mendampingi pasien rujukan ke luar daerah membeberkan, Dewas hanya melayani untuk pelayanan RSUD supaya segera cepat di tanggapi.
Beruntungnya saat ini RSUD Daud Arif Kuala Tungkal sudah banyak perbaikan pelayanan, walaupun tidak langsung sepenuhnya berubah 100 persen,akan tetapi pihak RSUD akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk pelayanan terbaik terhadap pasien.
“Kalo kami tidak ada hubungannya dengan pihak RSUD, kami hanya sebagai pengguna rumah sakit merasa selama ini pelayanannya baik-baik saja, serta tidak mempunyai masalah selama kami mengikuti prosedur,” kata Uli.
Ditambahkan lagi, kami sudah mencari perbandingan dengan beberapa RSUD didalam daerah kita, provinsi maupun RSUD yang berada di kota-kota besar.
“Mudahan-mudahan masyarakat kita dengan pengalamannya bisa lebih mengetahui bagaimana pelayanan rumah sakit ini, serta rumah sakit yang lainnya,” tutup Uli. (Fir/NJ)
