Site icon NARASI JURNAL

SUMDARSIN “Pahlawan Bertopeng” nya Warga Sumbar Lawan Covid 19

Kapolres Dharmasraya bersama Bupati saat memantau kegiatan vaksinasi./Dok.Nj.

 

Polda Sumbar Beserta Jajarannya Terus Gencar Serukan Pentingnya Vaksinasi

Adanya covid 19 di muka bumi ini membuat masyarakat dari berbagai elemen di seluruh dunia menjadi kalang kabut. Awalnya, masyarakat dapat hidup normal seperti biasa saat melakukan aktivitasnya. Namun, sejak adanya Covid 19 di seluruh dunia khususnya di Indonesia membuat masyarakat menjadi tiak bisa beraktivitas seperti biasa. Mereka harus melakukan hal hal yang belum biasa mereka lakukan. Ada lima hal yang harus dilakukan oleh masyarakat di masa pandemi ini, antara lain selalu pakai masker saat keluar rumah, membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, tidak berkerumun, membangun imun dan beradaptasi dengan gaya hidup digital. Di pulau Sumatera, tepatnya di Sumatera Barat ada program Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin) yang dipelopori oleh Polda Sumbar, Pemerintah Provinsi Sumbar beserta unsur Forkopimda. Bertujuan untuk membasmi covid 19 di Sumatera Barat. Gerakan Sumdarsin yang dilakukan oleh jajaran Polda Sumbar, layak dikatakan sebagai “Pahlawan Bertopeng” karena dapat dikatakan sebagai pahlawan yang tidak terlihat oleh mata, namun sangat berarti bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Bagaimana langkah Polda Sumbar mengenjot masyarakat untuk sadar akan pentingnya vaksinasi covid 19, dan apa saja reaksi dari masyarakat itu sendiri ?

MAYA DWI EFFENDI – WARTAWAN  MADYA/NARASI JURNAL

Sejarah Munculnya Corona

 

Sejak tanggal 2 Maret 2020 lalu saat orang nomor satu di Indonesia, Joko Widodo mengumumkan adanya Covid 19 di Indonesia pertama kali, pada Senin 2 Maret 2020. Saat itu, Presiden Jokowi mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kasus pertama tersebut diduga berawal dari pertemuan perempuan 31 tahun itu dengan WN Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia.

Pertemuan terjadi di sebuah klub dansa di Jakarta pada tanggal 14 Februari. Namun kasus tersebut diduga bukan kasus pertama. Karena dari tim pakar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), menilai memprediksi virus Corona telah masuk ke Indonesia sejak minggu ke-3 Januari 2020. Pernyataan FKM UI didasarkan pada laporan kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), di salah satu daerah sejak minggu ke-3 Januari 2020. Laporan ODP ini dinilai sebagai bukti telah terjadi penularan Corona secara lokal.

Sejak itu, virus Covid 19 terus meningkat tajam di seluruh Indonesia. Bahkan di Sumatera Barat pun tidak  luput incaran dari virus yang mematikan tersebut. Membuat seluruh masyarakat Sumatera Barat menjadi ketakutan untuk melakukan aktivitas di luar rumah, ataupun berinteraksi dengan orang orang di luar rumah. Tingginya penyebaran Covid-19 di Sumbar dimulai akhir Maret 2021 sampai saat ini.

Berdasarkan data media Oke News dan Viva News, diketahui “Positivity Rate” atau perbandingan sampel terperiksa dengan temuan hasil positif Covid-19 di Sumbar, sekitar awal April 2021 adanya kenaikan Covid 19 di Sumbar kala itu mencapai 17,6 persen. Ini merupakan rekor tertinggi. Dari 2.493 sampel terperiksa di laboratorium, terdapat 430 orang yang terkonfirmasi positif terinfeksi atau 17,6 persen. Bahkan angka kematian juga cenderung mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Untuk laju kematiannya 2,35 kematian per 100 ribu penduduk di Sumatera Barat

Hal ini berdasarkan info dari Juru Bicara Covid-19 Sumbar, Jasman dan Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia untuk wilayah Sumatera Barat sekaligus Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas Padang, Defriman Djafri. Bahwa perkembangan penyebaran Covid 19 di Sumbar kala itu sangat mengkhawatirkan. Karena akan berdampak pada ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan yang makin penuh.

Katanya lagi, pada bulan April 2021 lalu dari data yang ada, lebih dari 50 persen yang terpapar adalah anak-anak yang mengikuti pendidikan. “Walaupun mereka tanpa gejala dan terlihat sehat-sehat saja, namun mereka berpotensi menularkan kepada orang lain. Untuk tingkat kesembuhan harian kala itu, selalu lebih rendah dari pertambahan kasus positif. Sedangkan jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 meningkat tajam. Kalau tidak segera dilakukan berbagai tindakan antisipasi dikhawatirkan penyebaran virus itu semakin massif,” ujar Jasman yang dikutip oleh https://news.okezone.com/read/2021/04/21/340/2398695/positivity-rate-covid-19-di-sumbar-sentuh-rekor-tertinggi.

Program Sumdarsin Sebagai “Pahlawan Bertopeng” Untuk Mengusir Covid 19 di Sumbar

 

Melihat dari latar belakang berkembang pesatnya virus Corona di Sumatera Barat yang sangat mengkhawatirkan, maka Polda Sumbar, Pemprov Sumbar beserta unsur Forkopimda membuat kegiatan untuk membasmi virus Covid 19 di Sumatera Barat yakni kegiatan Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin). Bahkan dimulai dari tingkat Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat hingga ke seluruh gerai jajaran Polres di Sumbar. Dengan satu tujuan yakni untuk mempercepat vaksinasi, agar tercipta kekebalan seseorang dalam kondisi pandemic Covid-19 ini.

Berdasarkan info dari Republika.Co.Id, dalam pelaksanaan percepatan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Sumbar, bukan hanya pihak kepolisian saja yang mengambil bagian. Akan tetapi seluruh pihak ambil andil dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 ini, baik dari Pemerintah, TNI dan tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit ikut membantu akselerasi vaksinasi ini terutama program Sumdarsin. Di Polda Provinsi Sumbar beserta Polres jajaranya telah memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 kepada seluruh masyarakat se-Provinsi Sumbar secara gratis.

Maka pihak Kepolisian Daerah Sumatera Barat tidak bosan bosan mengajak dan menghimbau seluruh lapisan masyarakat dimana pun berada, terutama di Provinsi Sumatera Barat khususnya untuk dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 di beberapa gerai yang disediakan oleh pemerintah, Polri, TNI maupun intansi-instansi lainnya yang menggelar vaksinasi Covid-19 .

Kenapa himbauan ini terus menerus dilakukan oleh jajaran Polda Sumbar ? karena Polda dan Pemerintah Provinsi Sumbar ingin mengajak seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Sumatera Barat, untuk dapat segera divaksinasi Covid-19. Ini sangat penting untuk kita yang berada di masa pandemic ini, selain untuk kesehatan kita pribadi. Vaksinasi ini juga membantu mempercepat herd immunity  yang berarti melindungi kelompok rentan terkena virus Covid-19.

“Dengan telah divaksinnya seseorang, maka akan dapat mencegah fatalitas akibat dari Covid-19 tersebut. Himbauan atau ajakan untuk vaksinasi ini terus gencar dilakukan oleh Polda Sumbar dan jajarannya, yang telah dilakukan secara massal dan serentak. Bahkan vaksinasi ini diberikan secara gratis atau cuma-cuma. Kalo belum vaksin berarti tidak keren, karena vaksin sudah aman, sehat dan halal,” ungkap Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto, di Mapolda Sumbar yang dikutip dari Republika.Co.Id.

Di Kabupaten Dharmasraya juga terus mengenjot percepatan pencapaian target vaksinasi tahap dua. Menurut Kapolres Dharmasraya, AKBP Nurdiansyah, S.Ik, ia mengkerahkan seluruh jajarannya untuk percepatan pencapaian target vaksinasi tahap dua di Dharmasraya.

“Saya hanya melanjutkan program Kapolres lama, yakni gencar melakukan razia kepada masyarakat yang belum vaksin untuk mendapatkan vaksin. Baik itu vaksin pertama maupun vaksin kedua di Polres Dharmasraya.” ungkap Kapolres AKBP Nurdiansyah S.Ik saat memantau kegiatan vaksinasi di Mapolres Dharmasraya, Senin, (10/01/22).

Bukan hanya itu saja, AKBP Nurdiansyah langsung menginstruksikan di setiap Polsek serta seluruh Bhabinkamtibmas yang tersebar di Kabupaten Dharmasraya untuk segera melakukan pencapaian target vaksinasi tahap dua.

“Untuk vaksinasi tahap pertama, Alhamdulillah Kabupaten Dharmasraya sudah melebihi target, dari data update vaksinasi Covid-19 Kabupaten Dharmasraya. Terhitung tanggal 9 Januari 2022, untuk vaksinasi tahap pertama sebanyak 75,1 persen dan vaksinasi tahap dua baru mencapai 50,2 Persen saja,” terang Kapolres.

Kata Kapolres juga, pihaknya terus menggelar razia vaksin supaya vaksinasi tahap dua juga mencapai targetnya. Dengan sudah tercapainya target vaksinasi tahap pertama dan kedua ini, akan terbentuknya herd immunity sehingga virus Covid-19 bisa hilang secepatnya.

“Razia ini termasuk salah satu upaya Polres Dharmasraya untuk mendukung pemerintah melindungi masyarakat dari Covid-19,  terlebih lagi dengan sudah masuknya varian Omicron di Indonesia,” jelasnya lagi.

Oleh karena itu, Kapolres Dharmasraya mengimbau seluruh masyarakat untuk bekerjasama dalam menyukseskan program vaksinasi, dan tetap menerapkan 5 M yakni memakai masker, manjaga jarak, mencuci tangan, menghindari keramaian, mengurangi mobilitas. Jika terdapat masyarakat melanggar Polres Dharmasraya akan memberikan sanksi tegas.

“Jika melanggar aturan yang ada, yakni tidak menerapkan 5M maka kita pihak Polres Dharmasraya akan memberikan sangsi tegas,” tegasnya lagi.

Sedangkan data yang diperoleh sebelumnya, melalui laman https://dharmasraya.sumbar.polri.go.id/, diketahui bahwa Karoops Polda Sumbar, Kombes Pol Djajuli, S.Ik selaku panitia pelaksana Sumdarsin mengungkapkan, bahwa Propinsi Sumbar diakhir tahun 2021 capaian vaksinasi sebesar 67,99% pada pukul 18.00 WIB. Dan sampai pada awal tahun 2022, capaian vaksinasi Sumbar mencapai 68,80 %. Sedangkan sisa vaksin di daerah Sumbar masih ada sekitar 221.480 dosis. “Sisa vaksin ini yang harus kita habiskan dan jangan sampai kadaluarsa sehingga terbuang. Sehingga target yang kita harapkan dapat tercapai nantinya,” pungkas Karoops Polda Sumbar.

Oleh karena itu, layak bagi kita semua menyatakan bahwa gerakan Sumdarsin di Provinsi Sumatera Barat layak dikatakan sebagai “Pahlawan Bertopeng” nya seluruh masyarakat Provinsi Sumatera Barat. Karena, berkat jajaran Polda Sumbar dan seluruh jajarannya, program Sumdarsin ini dapat terlaksana dengan baik. Kenapa dikatakan sebagai pahlawan bertopeng ? Karena sebagai pahlawan yang menutup identitasnya dengan topeng, namun tetap berjuang untuk kepentingan banyak orang walaupun tidak dikenal. Seperti Vaksin covid-19, yang tidak terlihat bentuknya. Hanya berupa cairan, namun dapat membasmi virus yang mematikan tersebut. Bahkan dapat membuat tubuh seseorang yang sudah divaksin dapat menjadi kebal dari penyerangan virus dari berbagai arah.

Terlebih lagi virus yang saat ini mulai berkembang yakni virus omicron, mulai menyerang. Untuk itu, kita masyarakat patut mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Kepolisian di wilayah Sumatera Barat ini yang telah berusaha dengan keras untuk pencapaian vaksinasi covid-19.

Dan Alhamdulillah, selama program Sumdarsin ini berlangsung masyarakat di seluruh lapisan yang ada du Provinsi Sumatera Barat merespon positif akan kegiatan tersebut. Terbukti dengan banyaknya masyarakat yang berbondong-bondong untuk datang ke lokasi Sumdarsin yang digelar. (****)

Exit mobile version