NARASI JURNAL.COM, DHARMASRAYA – Kabupaten Dharmasraya menerima kunjungan istimewa dari tim peneliti Maarif Institute for Culture and Humanity dalam rangka pelaksanaan riset nasional bertema “Efektivitas Digitalisasi Sekolah”.
Riset ini merupakan kolaborasi strategis antara Maarif Institute dan Google for Education, dan Dharmasraya menjadi salah satu dari 12 kabupaten/kota terpilih di Indonesia, serta satu-satunya dari Sumatera Barat. Tim peneliti yang hadir adalah Direktur Eksekutif Maarif Institute, Andarnubowo, dan Peneliti Maarif Institute, Yahya Fathurrozy.
Keduanya disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Periza dan tim dalam suasana penuh semangat kolaboratif dan apresiasi atas kepercayaan nasional yang diberikan.
Kepercayaan nasional terhadap Dharmasraya tidak lepas dari keberhasilan sistem DP BANG BPD (Dashboard Pemantau Perkembangan Pendidikan Berbasis Platform Digital) yang telah memantau aktivitas digital sekolah secara real-time, mendokumentasikan karya digital siswa dan guru secara terbuka, menyediakan layanan publik pendidikan berbasis data dan menjadi referensi nasional dalam transformasi digital pendidikan.
“DP BANG BPD bukan hanya platform, tapi cermin komitmen Dharmasraya dalam membenahi, memantau, dan membangun masa depan pendidikan digital. Ia terus berbenah bukan karena kurang, tapi karena keyakinan bahwa pendidikan yang relevan lahir dari inovasi yang tak pernah diam,” Kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Boby Riza.
Setiap data yang tercatat, setiap aktivitas yang terdokumentasi, adalah jejak keberanian kita untuk bertransformasi. DP BANG BPD menjadi saksi bahwa perubahan besar dimulai dari sistem kecil yang konsisten dan terbuka.”
“Transformasi digital bukan soal teknologi semata, tetapi tentang membentuk budaya baru: transparan, inklusif, dan berbasis bukti. DP BANG BPD adalah gerakan menuju pendidikan yang terhubung antara visi lokal dan harapan nasional,” jelasnya lagi.
DP BANG BPD akan terus berbenah. Berbenah adalah bagian dari integritas. DP BANG BPD mengajarkan bahwa pembenahan bukan kelemahan, melainkan kekuatan untuk terus relevan di tengah perubahan zaman.
“Terima kasih @maarifinstitute telah memilih Kabupaten Dharmasraya sebagai pusat penelitian pendidikan digital. Semoga riset ini memberikan data, inspirasi, dan rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan, tidak hanya di Dharmasraya, tetapi juga di seluruh Indonesia.” Pungkas Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya.(mde)
