NARASI JURNAL, DHARMASRAYA – Pemkab Dharmasraya luncurkan program One Village One Product (OVOP). Program ini diluncurkan, Senin (19/1) di auditorium kantor bupati setempat.
Launching OVOP menghadirkan narasumber pakar ekonomi, Prof.Dr. Syafrudin Karimi,SE,MA, Penulis, Wartawan Ekonomi, Two Efly, SE, Founder Dangau Inspirasi, Ir.Djoni, Bankir Bank Nagari, Aris Aria Samudra, SP dan Pelaku UMKM Sukses Hariyanda Ade Sagota, A.Md.
Hadir pula sebagai audiens walinagari, camat, pengurus koperasi merah putih, pelaku UMKM, kepala OPD dan undangan lainnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Yefrinaldi, yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Dharmasraya mengatakan, tujuan dari program OVOP adalah untuk mengembangkan potensi produk unggulan lokal berbasis kearifan daerah menjadi produk berkelas dunia.
Kemudian meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menciptakan kemandirian ekonomi, lapangan kerja, dan pendapatan melalui pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM) agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global dengan kualitas dan keunikan yang tinggi.
Ia menambahkan, Launching OVOP menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi nagari sekaligus menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pangan.
”Dalam kegiatan ini kita juga melaksanakan Bazar Pertanian sebagai wujud nyata komitmen Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam menyediakan pangan murah dan terjangkau bagi masyarakat.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah konkret pemerintah daerah untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan,” terangnya.
Menurutnya, dalam pelaksanaan Bazar, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyediakan 500 paket kebutuhan pangan yang dikemas dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Paket tersebut berisi berbagai komoditas hasil pertanian dan peternakan lokal, antara lain bawang merah, kentang, tomat, wortel, kol, sawi, seledri, bawang daun, bunga bawang, cabai merah, serta telur ayam
Harga satuan komoditas dalam paket tersebut ditetapkan di bawah harga pasar, dengan bawang merah dijual seharga Rp35.000 per kilogram, kentang Rp15.000 per kilogram, tomat Rp15.000 per kilogram, wortel Rp15.000 per kilogram, kol Rp7.000 per kilogram, sawi Rp5.000 per kilogram, seledri Rp9.500 per kilogram, bawang daun Rp8.000 per kilogram, bunga bawang Rp5.000 per kilogram, cabai merah Rp45.000 per kilogram, serta telur ayam seharga Rp52.000 per tray.
Jika dihitung berdasarkan harga satuan tersebut, nilai paket mencapai Rp183.100.
Melalui intervensi pemerintah daerah dan dukungan sektor perbankan daerah, paket kebutuhan pangan tersebut ditebus masyarakat dengan harga akhir sebesar Rp164.790 per paket, yaitu harga setelah mendapatkan subsidi dari Bank Nagari sebesar 10 persen.
Penebusan paket dilakukan melalui sistem pembayaran virtual OLIN Bank Nagari, guna memastikan transaksi berlangsung tertib, aman, dan transparan.
”Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap pelaksanaan Bazar Pertanian dalam rangka Launching OVOP dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas, menekan beban pengeluaran rumah tangga, serta menjaga stabilitas harga pangan daerah.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan arah kebijakan Bupati Annisa Suci Ramadhani yang berfokus pada penyediaan pangan murah dan penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal,” pungkasnya.(mde)
