NARASIJURNAL.COM-DHARMASRAYA – Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto meraih penghargaan dari Nahdlatul Ulama (NU) Awards 2021. Anugerah tersebut diserahkan Ketua PBNU Dharmasraya, KH.Nur Kholidin di sela-sela Hari Lahir ( Harlah ) NU ke-98 di Ponpes Tarbiyatul Athfal, Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, baru- baru ini.
“Kami memberikan anugerah NU kepada Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto. Anugerah tersebut merupakan wujud terima kasih pada peringatan hari lahir NU ke-98, maka digelarlah Anugerah NU Awards PCNU Dharmasraya,” ungkap KH.Nur Kholidin, Rabu (03/03/2021).
Sementara itu Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto, mengucapkan terimakasih atas anugerah NU Awards yang diberikan kepadanya. Ia pun mengucapkan selamat Harlah kepada NU khususnya NU Kabupaten Dharmasraya.
“Saya bersyukur atas diundangnya dalam Harlah sekaligus pemberian NU Awards. Hal tersebut mengingatkan saya akan sejarah panjang NU. Jika dulu lawan NU adalah penjajah, maka sekarang lawan NU adalah hoaks. Di samping itu Banser tetap harus berkontribusi dalam mengawal dan mempertahankan NKRI,” ucap politisi PDI Perjuangan Dharmasraya ini.
Tidak bisa dipungkiri sejarah panjang NU dengan Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno. Di tahun 1948 dalam kondisi negara yang baru merdeka dan kekacauan masih saja terjadi, Soekarno lalu mengundang kiai-kiai termasuk Kiai Abdullah Wahab untuk duduk bersama. Dalam pertemuan itu Kiai Abdullah Wahab menyarankan kepada Soekarno mengadakan halal bihalal, untuk meminimalisir kekacauan tersebut. Maka kemudian diadakanlah halal bihalal. Artinya halal bihalal digagas PBNU dan Soekarno. Disamping itu, pada tahun 1954 di dalam muktamar di Surabaya, PBNU menganugerahkan gelar kepada Soekarno dengan gelar Waliyul Amri Ad Dharuri Ad Syaukah.
”Mengingat sejarah panjang antara NU dengan Presiden RI pertama Soekarno. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Megawati Seokarnoputri, dimana Megawati menegaskan, sampai kapanpun tidak akan pernah melupakan NU,” pungkasnya. (mde)







