NARASIJURNAL.COM, BUNGO- BMIF Putri Juara TopSkor Cup Putri 2021, muncul salah satu nama pemain berasal dari Kabupaten Bungo-Jambi. Ia adalah Laurencia Cerin Averina sebelumnya berdomisili di SKIP Keluaran Sei Pinang Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo, lahir pada Juni 1999, putri ke 2 dari pasangan Bambang Hermanto dan Marlina.
Laurencia menamatkan pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Muara Bungo pada tahun 2017 lalu. Sejak ia duduk di bangku sekolah menengah pertama hingga ia sekolah menengah atas banyak ajang olimpiade yang ia ikuti hingga ditingkat provinsi.
“Kami pernah berlaga di Liga Pertiwi pada tahun 2017 dan tahun 2019 lalu. Saya juga aktif dalam semua event PSSI, juga pernah mengikuti Piala Kartini. Saya juga salah satu pemain Pra PON Banten Cabang Olahraga, kami dapat Runner Up Pra PON. Atas prestasi baru baru ini ya g kami raih, yang pasti bangga sama tim, senang banget bisa berjuang sama sama, angkat tropi untuk putri BMIFA,” ucap Laurencia saat di hubungi melalui WhatsApp pribadinya kepada ayahanda nya di Kabupaten Bungo, Rabu, (22/09).

Rasa bangga dan bercampur aduk rasa sedih, pasalnya orang tua Laurencia tinggal di Kabupaten Bungo sementara ia harus meniti karir, terpaksa pindah domisili di Banten.
Terpisah, Ayah dari Laurencia, Bambang Hermanto saat dikonfirmasi menyebutkan, sudah 2 tahun terakhir ini anak gadisnya nomor 2 itu tinggal di Banten. “Anak saya ini, sudah dua tahun pindah kependudukan karena salah satu syarat waktu ikut seleksi untuk PON di Papua. Mungkin ini jalannya anak saya meniti karir dan menggeluti kemampuan dan hobinya bermain bola. Alhamdulillah prestasi yang diraih membanggakan. Ya, senang anak saya bisa berprestasi meski ia jauh dari kami, itu sudah aturan dan keputusan yang harus dijalani. Terus semangat ya nak, Jagan lupa shalat dan Jagan sombong, pintar pintar menjaga diri. Ayahmu selalu mendoakan disini. Meski jauh, kami selalu berkomunikasi dengannya melalui telpon atau WhatsApp,” tutur Bambang.
Lebih jauh Bambang menceritakan, Laurencia sudah terlihat bakatnya, sudah lihai memainkan bola kaki sejak ia kecil. “Bakat itu sudah dimiliki sejak kecil, mungkin ini yang dikatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Saya juga dulu pemain bola kaki pada era tahun 1980. Akhirnya anak saya bisa berkompetisi di ajang tingkat nasional. Kita harap ada perhatian lagi dari pemerintah kepada atlit,” harap Bambang.
Dirinya juga menyinggung masalah anaknya bisa berprestasi membawa nama baik daerah lain, ketimbang mengharumkan nama baik tempat daerah ia dilahirkan. Itu bisa terjadi, karena anaknya dulu kurang dilirik. Dengan prestasi gemilang Laurencia ini merupakan sindiran besar bagi tim seleksi kedepannya agar lebih memperhatikan potensi yang dimiliki oleh anak asli daerah. (din/NJ)







