10 Tahun Belum Nikmati Listrik PLN Lantaran Tak Mampu Membeli Ampere Kwh Meter PLN

Berita, BUNGO, DAERAH16 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, Bungo – Kalek (57) tahun, di dampingi istrinya bernama Asmawati (55) tahun yang bermukim di RT 08, kampung Tukum Satu dusun Sirih Sekapur, kecamatan Jujuhan, kabupaten Bungo-Jambi. Hingga saat ini, rumah yang ia tempati belum dialiri listrik PLN, dikarenakan tidak mampu membeli Ampere Kwh meter PLN. Rabu, (24/11/2021).

Dari penelusuran media narasijurnal.com di lapangan, menemui sepasang suami istri yang sudah tidak muda itu meluangkan waktu untuk sedikit berbincang. Selain belum menikmati aliran listrik di rumah tempat ia tinggal, ia juga kesulitan memasarkan usaha kerajinan tangan, berupa tikar tradisionalnya dan keranjang dari rautan.

“Selama ini kami belum bisa menikmati listrik sejak rumah ini kami tempati, ya sekitar 10 tahunan lah, karena saya tidak mampu membeli Ampere Kwh meter PLN. Untuk keperluan sehari hari kami jualan tikar dan keranjang yang terbuat dari rautan. Yang menjadi kendala pemasarannya saya susah. Kadang seharian berkeliling menjual dagangan saya ini tidak ada yang beli,” cerita Asmawati tampak mata berkaca kaca ingin meneteskan air mata.

Lanjutnya, terkadang juga dari hasil kerajinan tangannya itu terjual, hasilnya cukup untuk membeli beras. Keinginannya untuk membeli Amper listrik sangat besar namun dari hasil kerajinan tangannya itu belum bisa menutupi untuk keperluannya hidup sehari hari.

“Kalau terjual satu, bisa untuk beli beras dan beli keperluan lain nya. Kami ada dapat bantuan dari desa yakni BLT tapi saya  tabung, karena saya ingin mau beli amper Kwh PLN biar rumah kami masuk listrik. Selama ini saya pake lampu teplok pada malam harinya. Selain jualan hasil kerajinan, kami juga mencari tambahan menyadap karet milik warga setempat, sesekali kami mencari jasa menebas rumput milik kebun warga sekitar,” ucapnya lagi.

Terpisah, Rio dusun Sirih Sekapur Supriadi mengatakan,  ia mengakui kondisi ada warga nya yang sehari-hari membuat kerajinan tangan dari rotan dan tikar. Perhatian pemerintah sejauh ini, adanya bantuan bedah rumah. Juga mendapat bantuan BLT.

“Mengenai belum menikmati listrik selama ini memang betul. Karena belum terpasang Amper listrik. Kita sedang usulkan agar warga kita ini mendapat perhatian bantuan subsidi, agar bisa pasang Amper Kwh meter listrik PLN,” papar Rio Supriadi. (azh/NJ)