Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi sorotan karena realisasi vaksinasi masuk dalam Sembilan daerah dengan capaian vaksinasi berada dibawah rata-rata nasional. Dimana dikala itu, terhitung September 2021, total capaian vaksinasi dosis pertama di Sumatera Barat hanya mencapai 17,56 persen atau baru 777,780 orang dari total vaksinasi 4.408.509 orang sasaran bahkan yang lebih memperhatinkan untuk vaksin dosis kedua, Sumatera Barat baru mencapai 9,80 persen.
Rendahnya capaian vaksinasi di Sumatera Barat ini, juga terjadi diberbagai daerah yang ada di Sumatera Barat. Meski pemerintah daerah sudah memiliki cara khusus untuk mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi, namun hal itu tidak membuat sadar masyarakat Sumatera Barat untuk mengikuti program vaksinasi.
Menyadari hal itu, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Teddy Minahasa Putra, menggagas sebuah metode vaksinasi yang diberi nama SUMDARSIN (Sumbar Sadar Vaksin) dengan menggerakkan seluruh jajaran kepolisian mulai dari jajaran paling bawah hingga jajaran paling atas, mulai dari Babinkantibmas, Kapolsek hingga Kapolres untuk membuat gerai percepatan vaksinasi di tengah-tengah masyarakat dan jajaran kepolisian langsung turun ke negeri-negeri untuk membuka gerak percepatan vaksinasi dengan program SUMDARSIN.
Al hasil, capaian Sumatera Barat meningkat tajam dari 17,56 persen yang melakukan vaksinasi, hingga Januari 2022 masyarakat Sumatera Barat yang melakukan vaksinasi mencapai 78,50 persen yang melakukan vaksinasi.
Seperti apa langkah yang dilakukan oleh Sang Penggagas SUMDARSIN dalam melakukan percepatan vaksinasi di Sumatera Barat ini ?
Muhammad Samin – Narasi Jurnal
“Sejak adanya gebyar Sumdarsin, capaian vaksinasi COVID – 19 Sumater Barat sebagai bagian dari program vaksinasi nasional melonjak drastis.” Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Teddy Minahasa Putra
***********
Sorotan tajam dari pemerintah pusat terhadap capaian vaksinasi yang ada di Sumatera Barat menjadi momok bagi Pemerintah Provinsi, Kabupaten Kota se Sumatera Barat, sehingga perlu adanya strategi khusus dalam penanganan program vaksinasi di Sumatera Barat.
Rendahnya capaian vaksinasi di Sumatera Barat, membuat orang nomor satu di Indonesia yakni Presiden Joko Widodo berulang kali menyentil nama Sumatera Barat. Jika sebelumnya sentilan itu disampaikan langsung Presiden Joko Widodo melalui Ketua Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional(KPC-PEN) Airlangga Hartanto, dengan mengatakan bahwa kinerja pemerintah daerah dalam upaya penyebaran vaksin di tengah masyarakat masih sangat rendah bahkan angkanya masih lebih rendah daripada angka rata-rata vaksinasi nasional.
Kemudian sorotan terhadap Sumatera Barat, kembali disampaikan oleh Presiden Joko Widodo melalui Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Dimana Presiden Jokowi menilai Sumatera Barat dalam capaian vaksinasi belum mencapai ambang batas Herd Immunity 70 persen bersama 6 provinsi lainnya se Indonesia.
“Provinsi masih di kejar target pencapaian vaksinasi dosis pertama diantaranya Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua,”ungkap Menkes yang dilansir beberapa media nasional dan lokal.
Rendahnya capaian vaksinasi yang menjadi sorotan nasional, diakui oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bahwa pihaknya salah strategi. Seperti yang disampaikan oleh Juru Bicara Tim Satgas Covid 19 Sumatera Barat Jasman Rizal.
“Hanya strategi vaksin kita saja yang kurang tepat dan sesuai arahan Gubernur Sumbar, kiranya kabupaten kota agar segera mengebut pencapaian vaksinasi di daerah masing-masing,”ujar Jasman seperti yang dilansir kompas.com Kamis (9/9/2021).
Jasman berdalih, minat masyarakat Sumbar untuk divaksin sangat tinggi. Hal ini, kata Jasman, terlihat dari lokasi vaksinasi yang selalu ramai didatangi warga. Dia juga menyebut banyak pihak yang membantu menggelar vaksinasi di Sumbar. Soal stok vaksin pun tak ada masalah. Namun, lagi-lagi Jasman enggan menjelaskan penyebab utama vaksinasi di Sumbar masih rendah.
Berbicara terkait masalah strategi, pemerintah provinsi dan beberapa pemerintah Kabupaten Kota se Sumatera Barat telah melakukan banyak strategi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar segera melakukan vaksinasi. Namun strategi yang dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah, tidak semuanya mulus untuk mencapai target vaksinasi.
Imbuhan yang disampaikan oleh pemerintah mulai dari pemerintah paling bawah yakni jorong, terhadap warga agar melakukan vaksinasi hanya dianggap angin lalu. Capaianpun masih stagnan, warga pun masih enggan untuk mengikuti anjuran dari pemerintah terkait program vaksinasi.
Di Minangkabau sikap Egaliter (Sederajat) masih sangat kental, sesuai dengan pepatah minangkabau duduk sama rendah tegak sama tinggi. Bagi orang minang tidak mengkultuskan apapun, baik orang maupun kelompok. Tidak ada pemujaan atau perlakuan istimewa terhadap seorang tokoh, semua orang dianggap kedudukannya sama. Sehingga siapapun yang melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat, baik itu pimpinan daerah sekalipun, wali nagari, kepala jorong hingga melibatkan ninik mamak, tetap saja jika masyarakat tidak ingin melakukan vaksinasi, seapik apapun program yang disampaikan tetap saja masyarakat enggan melakukan vaksinasi dan ini terbukti dengan rendahnya capaian Sumatera Barat dalam program vaksinasi tersebut. Orang Minang mempertahankan egaliteriannya di hadapan orang lain.
Lounching Gerakan Sumbar Sadar Vaksin
Rendahnya capaian Sumatera Barat dalam program Vaksinasi, membuat pemerintah provinsi Sumatera Barat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Sumatera Barat merancang satu strategi dengan membuat sebuah gerakan yang dinamakan SUMDARSIN (Sumbar Sadar Vaksin).
Sumdarsin ini pun di luncurkan di Gor H Agus Salim Kota Padang, satu bulan setelah adanya sorotan dari Presiden Jokowi terhadap capaian Sumatera Barat terhadap program vaksinasi. Tepatnya hari Minggu, 31 Oktober 2021, program Sumbar Sadar Vaksin (SUMDARSIN) di lounching dan disaksikan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Kapolda Sumbar dan Danrem 032 Wirabraja
Lahirnya gerakan Sumdarsin ini, tidak terlepas dari gagasan sosok Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Teddy Minahasa Putra. Ia mengambil peran penting dalam gerakan ini, betapa tidak seluruh kekuatan ia kerahkan dalam program Sumdarsin ini, semua jajaran kepolisian mulai dari tingkat bawah satu komando dan bergerak untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya program vaksinasi ini.
Bagi jajaran kepolisian, berbagai macam starategi dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan vaksinasi. Mulai dengan membuka gerai vaksinasi Sumdarsin dari nagari ke nagari, menggelar gebyar Sumdarsin ditingkat Kabupaten dengan berbagai macam doorprize, bagi-bagi sembako bagi warga yang melakukan vaksinasi dan bersama jajaran pemerintah nagari, pihak kepolisian menggelar vaksinasi door to door hingga kepolisian melakukan razia vaksinasi dibeberapa tempat.
Al hasil gerakan Sumdarsin ini, membuat grafik Sumatera Barat pencapaian vaksinasi meningkat drastis, hampir seluruh kabupaten kota se Sumbar juga mengalami peningkatan, bahkan ada yang sudah mecapai diangka 80 persen. Sehingga grafik pencapaian vaksinasi di Sumatera Barat sudah mencapai ambang herd imunity dengan capaian 78,50 persen.
Tak puas dengan capaian itu, lagi-lagi putra Minahasa kelahiran 23 November 1971 ini membuat gebrakan dengan menginisiasi lomba SUMDARSIN antara Forkopimda dengan hadiah mobil dan uang jutaan rupiah.
Bagi Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) periode 2021-2026 ini, tujuan diadakannya lomba Sumdarsin adalah untuk percepatan vaksinasi di Sumatera Barat dengan capaian Provinsi Sumatera Barat secepatnya mencapai Herd immunity yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo.
Mantan Ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini juga dalam lomba menargetkan agar seluruh instansi pemerintah di semua stakeholder agar menjadi pelopor, menjadi pionir dan menjadi tauladan bagi seluruh masyarakat untuk sadar vaksin.
Terima Penghargaan Tokoh Percepatan Vaksinasi
Sebagai penggagas Sumbar Sadar Vaksin, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra yang telah menjadi pionir dalam suksesnya Sumatera Barat melakukan percepatan vaksinasi. Kapolda Sumatera Barat ini, dianugerahkan oleh media harian Padang Ekspres, media Jawa Pos Group (JPG) sebagai tokoh percepatan vaksinasi Sumbar.
Kerja keras dari Kapolda yang telah berhasil memimpin langsung jajarannya melakukan vaksinasi di Sumbar dengan memerintahkan semua jajaran kepolisian untuk turun gunung dan turun langsung ke daerah daerah dengan menggerakan sumber daya jajaran polda, polres hingga polsek untuk melakukan percepatan vaksinasi melalui program Sumbarsin.
Jajaran kepolisian setiap hari mendirikan gerak vaksinasi, turun langsung ke nagari-nagari dan jorong untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa vaksinasi itu sebuah kebutuhan.
Gerakan yang dilakukan oleh Kapolda ini, Padang Ekspres menilai bahwa Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Teddy Minahasa Putra merupakan tokoh percepatan vaksinasi Sumatera Barat yang berhasil membawa Sumatera Barat dari urutan paling bawah menuju peringkat capaian nasional sehingga dari data yang dirilis satgas Covid 19, Sumatera Barat capain vaksinasi menembus angka 78,50 persen dan capaian untuk lanjut usia mencapai 82,47 persen.
Penghargaan lainnya, Kapolda Sumatera Barat juga didaulat sebagai tokoh keterbukaan informasi public atau Achievement Motivasion Person dari Komisi Informasi Sumatera Barat (KISB) karena telah sukses melakukan gerakan Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin) dengan kemudahan akses public tentang input warga telah vaksinasi.
Komisi Informasi Sumatera Barat menilai bahwa Kapolda Sumbar selain sukses menggenjot secara signifian capaian vaksinasi, juga berkomitmen dan memotivasi terhadap keterbukaan informasi public sehingga penganugerahan plakat tokoh keterbukaan informasi public atau Achievement Motivasion Person diberikan kepada Kapolda.
Apa yang telah dilakukan oleh Sang Pengggas Sumdarsin ini, tentu membuat nama Sumatera Barat ditingkat nasional menjadi kembali harum. Anggapan dari pemerintah pusat bahwa masyarakat Minangkabau tak taat mengikuti program pemerintah dalam vaksinasi, mampu dipatahkan oleh Jenderal Bintang Dua ini.
Sehingga kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi tumbuh lewat gerakan Sumbar Sadar Vaksin, dan Sumbar sukses menggelar program vaksinasi. Semua ini tidak terlepas dari sosok Sang Penggagas Sumdarsin, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra. (***)







