Minyak Goreng Mahal dan Langka, Penjual Gorengan Terancam Gulung Tikar

BUNGO, DAERAH13 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, Bungo – Kelangkaan minyak goreng akhir pekan ini membuat banyak penjual gorengan meradang bahkan terancam gulung tikar. Penyebab kelangkaan juga dipicu harga minyak goreng terus meroket membuat penguasaan UMKM di kecamatan Jujuhan mengeluh.

Salah satu terdampak kelangkaan minyak goreng,  Nurhadi (50) tahun warga Rantau Ikil yang menghidupi keluarganya hanya berjualan gorengan.

“Sekarang kami sangat susah sekali mendapatkan minyak goreng pak, ini untung ada satu botol kalau habis satu botol ini dimana kami mau mendapatkan minyak goreng untuk produksi goreng tempe dan tahu yang satu-satu nya mata pencaharian kami, ditambah harga Tempe juga mulai naik, kalau seperti ini terus terpaksa saya tutup,” ulas Nurhadi.

Atas kelangkaan minyak goreng ini, Tim media narasijurnal.com menyelusuri beberapa toko di kecamatan Jujuhan bahwa benar minyak goreng tidak ada dijual.

Pemilik toko Fitri yang berada di simpang Sirih Sekapur di toko ini sudah lama kekosongan menjual minyak goreng, dikarenakan tidak ada nya pasokan masuk dari distributor atau agen penjualan.

Bukan itu saja, pemilik toko Bukde juga mengakui kalau minyak goreng langkah. “Kami sudah lama tidak jualan minyak goreng pak. Kami beli biasanya dari agen penjualan dari distributor sekarang sudah tidak ada lagi datang minyak nya,” ungkapnya. (Azh/NJ)