NARASIJURNAL.COM, Bungo – 7 hari jelang lebaran, sejumlah toko emas di pasar bawah Muaro Bungo diserbu pengunjung. Rata-rata toko emas yang berada dijalan Dahlia, Los Pasar Bawah mengalami peningkatan penjualan hingga 50 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Salah seorang pemilik Toko Emas Elsa di Los pasar bawah Muaro Bungo menyebutkan, kenaikan penjualan jelang lebaran saat ini, karena dipengaruhi dengan tingginya harga sawit pada beberapa hari terakhir.
“Untuk saat ini penjualan emas ada kenaikan hingga 50 persen, mungkin dikarenakan harga sawit masih tinggi,” ujar Safrudin, Senin (25/04).
Dirinya mengatakan, meskipun harga emas per mayam saat ini mencapai Rp. 2.750.000, omzet penjualan emas di tokonya masih naik dari hari biasa yang mencapai 75 mayam per hari, saat ini naik menjadi 100 mayam.
“Memang menjelang lebaran, harga emas selalu naik, menjelang lebaran,” katanya.
Menurutnya, jumlah peningkatan pembeli emas tahun ini sedikit berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya, yang dikarenakan warga banyak membeli dari pada menjual emasnya.
“Untuk tahun ini banyak yang beli dari pada yang jual. Kemungkinan pengaruh pandemi covid-19 yang sudah melambai,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli emas, Dian menyebutkan alasannya membeli emas jelang lebaran selain untuk kepentingan lebaran juga digunakan untuk investasi.
Membeli emas dilakukan Dian sebagai cara menggunakan uang THR yang didapatkan dengan lebih bermanfaat. Ia mengaku, sebagian THR yang didapatkannya digunakan untuk belanja dan sebagian investasi emas.
“Untuk investasi aja, kitakan sudah dapat THR, biar tidak dihabiskan begitu saja, karena ekonomi sekarang lagi susah,” tutur Dian. (Din/NJ)







