PULAU PUNJUNG – Potensi zakat di Kabupaten Dharmasraya sangatlah besar, namun sampai saat ini belum tergarap secara maksimal dalam hal pengumpulan zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dharmasraya. Potensi zakat yang besar tersebut diantaranya adalah kalangan pejabat, pengusaha, pedagang dan para petani karet dan sawit yang ada di Kabupaten Dharmasraya yang terbilang sukses untuk kategori seorang petani.
“Jika potensi zakat ini bisa digarap dengan baik, maka zakat tersebut nantinya dapat disalurkan untuk membantu biaya pendidikan, kesehatan, ekonomi kecil, program taqwa atau siar Islam selain itu juga dapat disalurkan kepada Baznas peduli, “ ungkap Z Lubis, Minggu, (6/2/22)
Sedangkan menurut, Waka 1 Bidang Pengumpulan, Ridwan Syarif mengungkapkan, target pengumpulan dalam rencana kerja tahun 2022 sejumlah Rp 6 milyar. Rp 1,5 miliar mesti diupayakan dari awal. Sementara Rp 4,5 M sepanjang tidak ada perubahan berasal Muzaki yang secara rutin dan terus menerus telah salurkan zakatnya ke Baznas. Muzaki ini terdiri dari ASN, golongan profesional dan masyarakat.
“Rp 1,5 milyar ini kalau dibagi 12 bulan, maka Baznas harus bisa mengumpulkan zakat Rp114 juta per bulan,” ungkapnya.
Upaya yang dilakukan Baznas untuk memenuhi target tersebut dengan cara jemput bola, sesuai perintah Allah SWT, Huz min amwalihim (At Taubah, 103), artinya jemput sebagian dari harta mereka (ambil zakat mereka). Kemudian sosialisasi yang masif, door to door terhadap masyarakat mampu, sosialisasi terhadap institusi pemerintah yang belum salurkan zakatnya ke Baznas.
”Kami berharap agar masyarakat yakin Baznas adalah Lembaga pengelola zakat yg dapat dipercaya. Saat ini sedang dilakukan upaya kerjasama dengan swalayan. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan “launcing” sisa belanja untuk amal di Mata Air Swalayan Pulau Punjung. Artinya kelebihan 50, 100 rupiah atau lebih akan diinfakan ke Baznas. Tentunya atas persetujuan konsumen,” pungkasnya.(mde)







