Kebakaran Hebat, Toko Grosir Sembako Ludes Dilalap Sijago Merah

PERISTIWA15 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, Merangin, –  Toko grosir sembako bangunan semi permanen ludes dilalap sijago merah. Kejadian kebakaran hebat ini di Desa Sungai Kapas Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin, diperkirakan kejadian kebakaran  sekitar pukul 01.30 WIB dini hari  Rabu (7/11/2019).

Pemilik Toko korban kebakaran Nur Asik, menceritakan kronologis kebakaran tersebut. Drinya terbangun sekitar pukul 01.30 Wib, telah melihat sumber api diruang depan tokonya dan api sudah membesar. Dirinya sempat untuk membangunkan keluarganya untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.  Dirinya juga sempat mengumpulkan barang barang miliknya yang dianggap penting. Namun tidak banyak yang bisa diselamatkan karena api mulai merambak dan api mulai membumbung tinggi.

KEBAKARAN: Toko Grosir Sembako tanpak habis terbakar

“Tekejut sekali, pas bangun api sudah membesar diruang depan dan Api cepat sekali  merambak, untungnya sempat membangunkan keluarga dan barang-baang yang sempat diselamatakan saja. Ada beberapa barang berharga serta Isi toko dan barang elektronik  lainnya yang tidak bisadi selamatkan,” ujar Nur Asik.

Terpisah, Kepala Desa Sungai Kapas Anas Budiman saat dikonfirmasi, dugaan sementara kejadian kebakaran ini, menurut keterangan korban, diduga bersumber dari konsleting listrik. Sumber api diketahui dari ruang depan toko Nur Asik, dan merembek dua rumah yang berdekatan dengan rumah korban. Diperkirakan kerugian Rp. 500 juta. Termasuk  barang elektronik, juga ada 1 unit motor dan surat-surat berharga lainnya juga hangus terbakar. Beruntungnya kejadian kebakaran ini tidak menelan korban jiwa.

 “Sekitar pukul 02.00 WIB api suah membumbung tinggi dan asap tebal. Beberapa warga membunyikan kentongan, untuk membangunkan warga sekitar untuk membantu seadanya. Kemudian saya menelepon Damkar. Damkar berangkat dari Bangko, 02.37 ( 17 menit perjalanan, red ), Damkar tiba dilokasi dengan menurunkan 3 unit mobil Pemadam Kebakaran. Namun sayangnya api lebih dulu meratakan bangunan ludes terbakar.  Hingga pukul 04.44 ( Adzan subuh, red ) api belum berhasil dijinakkan dikarenakan material bahan yang ada, banyak mengandung bahan yang mudah terbakar. Ditambah  juga sulitnya sumber mata air yang di butuhkan,” terang Kades. (NJ)

TIM: Dimas/ www.narasijurnal.com