Duel dalam Kelas, Siswa SMP di Bungo ini Terpaksa Dilarikan ke RSUD H. Hanafie Muarabungo

DAERAH12 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, Bungo – Setelah viral perkelahian duel dua pelajar di SMP N 2 Pelepat disalah satu kebun Sawit baru baru ini. Lagi, kali ini mencoreng dunia pendidikan di kabupaten Bungo. Seorang pelajar SMP N 4 Leban kecamatan Rantau Pandan, mengalami kekerasan perkelahian dalam kelas dengan teman sekolahnya sendiri. Korban inisial FD kelas IX saat ini masih dirawat di RSUD H.Hanafie Muarabungo karna mengalami sakit yang serius, (27/10/2021).

Menurut informasi Kepala SMP N 4 Leban, Sanarko mengakui kejadian perkelahian itu saat pergantian jam pelajaran di dalam kelas.

“Kejadiannya Selasa, (26/10/2021). Berawal hal sepele, waktu itu korban sedang tidur diatas meja, tiba tiba pelaku ini mengusapkan penghapus papan tulis ke wajah korban yang sedang tertidur. Karna korban tidak terima diperlakukan seperti itu, maka terjadilah perkelahian. Korban sempat mengalami tidak sadarkan diri setelah kejadian itu, langsung dilarikan ke rumah sakit Umum untuk mendapatkan perawatan”, terang Kepsek.

Terpisah, Jodi kakak kandung dari korban menyampaikan saat dikonfirmasi media narasijurnal.com. Ia merasa kesal, karena kejadian ini belum ada penyelesaian dari pihak keluarga. Untuk itu ia memposting ke media sosial agar penganiayaan ini diketahui oleh masyarakat luas.

“Sayo sebagai kakak kandung nya pak. Karno cemas kasus ini tidak di urus terbengkalai, makanya aku pos pak biar semua warga warga tau agar tidak ada korban lain. Pengakuan adiknya, lehernya dicekek, setelah ia terbaring lalu lehernya juga diinjak injak oleh pelaku”, bebernya.

Lanjut Jodi, setelah ia pos kejadian ini, dari pihak Dinas pendidikan sudah mengecek langsung kondisi adiknya yang dirawat di rumah sakit umum H.Hanafie Muarabungo.

“Hingga kini belum ada kejelasan perdamaian dari pihak keluarga. Kami dari pihak keluarga korban hanya ingin meminta keadilan seadil-adilnya pak. Kalo bisa kasus seperti ini agar tidak terulang kembali sebaiknya kasihlah hukuman biar jera si pelaku. Karena tindakan yang ia lakukan percobaan pembunuhan itu pak. Kami juga meminta satu lagi, coba di cek urin si pelakunya pak,” cetusnya. (din/NJ