Hendrianto SE Angkat Nagari Sungai Dareh ke Kancah Nasional

Sebagai Ibu Kota Negera Republik Indonesia

NARASIJURNAL.COM, Dharmasraya – Wali Nagari Sungai Dareh Hendrianto SE, akan mengangkat kembali sejarah Sungai Dareh yang pernah menjadi ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dimasa PDRI.

“Di Sungai Dareh ini, ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) Syafruddin Prawiranegara tinggal dan melakukan kegiatan pemerintahan selama empat hari,” kata Wali Nagari Sungai Dareh disela-sela tour de PDRI dalam rangka peringatan hari Bela Negara, Rabu (15/12) di lapangan bola kaki Nagari Sungai Dareh.

Kata Hendrianto, jejak sejarah peninggalan dan rumah tempat tinggal pemerintah dimasa PDRI masih berdiri kokoh dan kantor untuk sidang kabinet pun juga masih ada.

“Sejarah ini akan kita buku kan dan kita angkat ke nasional sehingga ada perhatian khusus bagi negara untuk Nagari Sungai Dareh. Sehingga jejak peninggalan yang ada diabadikan, dan peninggalan yang ada dijadikan wisata sejarah. Kedepan Nagari Sungai Dareh menjadi kunjungan baik wisata lokal, nasional hingga internasional, “tegasnya.

Apa yang akan kita lakukan ini, kata Hendrianto, mendapat dukungan dari semua elemen, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat, ninik mamak, tokoh agama, pemuda dan masyarakat Sungai Dareh.

“Kita ingin Sungai Dareh dikenal secara nasional bahkan internasional, dan negara harus hadir untuk mengabadikan Sungai Dareh sebagai saksi sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” jelasnya.

Ditambahkan Hendrianto, kegiatan tour de PDRI tadi merupakan langkah awal untuk menelusuri jejak sejarah Sungai Dareh sebagai ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan akan ada tindak lanjut dari kegiatan tadi.

“Kita tadi sudah dikabari oleh pemerintah provinsi yang dalam hal ini kepala Kesbangpol dan Kepala Dinas Pariwisata untuk Sungai Dareh akan dijadikan saksi sejarah sebagai ibukota NKRI,” tandasnya. (uta/NJ)

Jangan Lewatkan