NARASIJURNAL.COM, Bungo – Berdasarkan data dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bungo, tercatat wilayah terdampak banjir dan longsor di awal tahun baru 2022. Dua kecamatan terjadi longsor yakni, kecamatan Bathin III Ulu dan kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang. Sementara wilayah banjir yakni terdapat 12 kecamatan. Senin (3/01/2022).

Kepala BPBD Thibroni Yusuf menjelaskan, banjir dan longsor disebabkan intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan sungai Batang Bungo dan sungai Batang Tebo, ditambah sungai kecil lainnya meluap, sehingga tidak sedikitnya rumah warga yang terendam banjir.
Dijelaskan Tobroni, untuk kecamatan Batin Ulu di dusun Sungai Telang terdapat 8 titik laongsor. Kemudian, kecamatan Rantau Pandan, di dusun Leban jumlah terdampak lebih kurang ada 350 KK, dusun Rantau Dulu lebih kurang sebanyak 13 KK. Selanjutnya, kecamatan Muko-Muko Bathin VII, di dusun Bedaro lebih kurang terdampak banjir 320 KK.
Dampak banjir juga terdapat di kecamatan Bungo Dani, di kelurahan Sungai Pinang sebanyak 515 KK. Kecamatan Pasar Muara Bungo, di. keluarahan Jaya Setia 515 KK, kelurahan Tanjung Gedang 73 KK, kelurahan Batang Bungo 51 KK.
Kemudian untuk kecamatan Bathin III, terdampak banjir di keluarahan Manggis 510 KK, keluarahan Bungo Taman Agung 620 KK, di desa Purwo Bakti 501 KK, desa Air Gemuru 253 KK. Selanjutnya untuk kecamatan Tanah Sepenggal yang terdampak banjir di desa Tanah Bekali 134 KK, desa Candi 32 KK, desa Tenam 150 KK, desa Sungai Gambir 35 KK, desa Rantau Embacang 57 KK.
Data di kecamatan Jujuhan, terdampak banjir di dusun Pulau Jelemu 67 KK, di dusun Tanjung Belit 25 KK, dusun Ujung Tanjung 60 KK. Selain itu, Kecamatan Jujuhan Ilir, di dusun Tepian Danto 47 KK, dusun Jumbak 31 KK. Kemudian kecamatan Bathin II Babeko, di dusun Tanjung Menanti 115 KK, dusun Tuo Sepunggur 76 KK.
Sementara di Kecamatan Limbur Limbuk Mengkuang terdapat longsor 8 titik.
Selanjutnya dampak banjir juga terjadi di kecamatan Pelepat Ilir, di desa Muaro Kuamang 70 KK, desa Padang Palange 50 KK, desa Lubuk 43 KK, di desa Danau 41 KK. “Warga yang mengungsi sebanyak 154 KK,” terang Tobroni.
Lanjut dijelaskannya, terdampak banjir juga terjadi di kecamatan Tanah Tumbuh, di dusun Renah Jelmu 80 KK.
Kata Tobroni, data sementara jumlah warga yang terdampak bencana banjir, jumlah 4.923 KK dan 19.292 Jiwa. Sementara kerugian belum bisa ditaksir, saat ini upaya yang dilakukan telah mendirikan 8 posko pelayanan, dan menyalurkan bantuan beras, disalurkan oleh Bupati, Kapolres dan Dandim.
“Kordinasi dan terus membangun sinergitas unsur, Forkopimda, OPD, Camat, Rio, Perusahaan dan rekan Pers sangat membantu,” pungkasnya. (Din/NJ)







