Sat Pol PP Bungo Tertibkan 4 Kawanan Badut

BUNGO, DAERAH14 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, Bungo – Memang penghasilan tak seberapa, namun menjamurnya badut di temui di perempatan lampu merah lalu lintas di kota Muara Bungo membuat Sat Pol PP mengambil tindakan untuk menertibkan. Kemrin, Senin (10/01/3022), 4 sekawanan badut itu digiring ke kantor Pol PP Selaku petugas penegak Peraturan Daerah (Perda, penangkapan ini berdasarkan informasi masyarakat keberadaan badut mengganggu pengguna jalan.

Sekdis Pol PP sekaligus Plt Kasat Pol PP Bungo Khaidir Yusuf yang didampingi oleh Kabid dan Kasi nya menyampaikan, yang dilakukan sejumlah badut untuk mencari uang adalah unik dan lucu, namun mereka melakukan aktifitas di tempat yang tidak dibenarkan.

“Mereka melanggar aturan sehingga badut ini dibawa untuk di proses, efek jera supaya tidak mengulangi aktivitas tersebut, para badut di bawa ke Kantor Sat Pol PP Bungo guna untuk di interogasi oleh petugas,” ujar Khaidir Yusuf.

Selanjutnya, kata Khaidir para badut ini boleh di izinkan untuk mencari rizky, asalkan jangan di jalan atau perempatan lampu merah. “Lebih baik mereka ini bekerja mencari nafkah dan rezeki nya di tempat wisata, seperti taman kota dan tempat keramaian yang lainnya, “kata Khaidir Yusuf.

Hasil penangkapan ini, sebanyak 4 badut dibawa oleh petugas ke kantor Satpol PP guna untuk memintai keterangan lebih lanjut kepada para badut.

“Sebanyak 4 badut yang dibawa oleh petugas ke kantor satpol PP untuk memintai keterangan lebih lanjut, maksudnya disini asal dari mana, apakah ada persatuan badut,”Tuturnya.

Rupanya setelah di interogasi kepada 4 Badut ini asal usul di Kabupaten Bungo tidak ada dari luar, oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Kecamatan asal badut ini tinggal untuk bisa menjemput mereka.

“Badut ini akan kami suruh Camat tempat asal dia untuk menjemputnya disini atau bisa juga kami antar mereka ini ke kantor camat masing-masing,” ucap Khaidir Yusuf.

Sementara itu salah satu badut yang enggan disebutkan namanya juga mengatakan, bahwasanya mereka jadi badut hanya untuk mencari nafkah dan rezeki.

“Kami berdiri di setiap persimpangan lampu merah hanya untuk mencari rezeki dan mencari nafkah untuk keluarga, per hari kami mendapatkan uang Rp. 80 ribu dan hasilnya dibagi dua oleh yang punya pakaian badut ini,” ucap ya sambil menundukkan kepala. tersimpu malu. (Din/NJ)