Irjen Pol Teddy Minahasa Putra, “Sang Pentolan” Dibalik Suksesnya Gerakan Sumbar Sadar Vaksin

Sejak berkembangnya virus Covid-19 di seluruh dunia, membuat masyarakat dari berbagai negara harus membiasakan hidup diluar kebiasan sehari-hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 merajalela dan berkembang pesat, sehingga dapat menekan angka kematian yang disebabkan oleh virus mematikan tersebut. Merubah prilaku kehidupan tersebut pun harus dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di daerah Sumatera Barat (Sumbar). Bahkan Pemerintah Pusat menghimbau agar seluruh masyarakat di seluruh Indonesia untuk dapat mengikuti vaksinasi, agar dapat terhindari dari virus Covid-19. Namun, himbauan dari Pemerintah Pusat saat itu belum terlalu digubris oleh masyarakat Sumatera Barat. Hal ini dikarenakan beredarnya berita-berita hoaks tentang vaksin Covid-19, yang membuat masyarakat Sumbar belum terlalu peduli terhadap pentingnya vaksin.

Sehingga Sumbar masuk dalam sepuluh wilayah di luar Pulau Jawa-Bali yang capaian vaksinasinya masih rendah dibawah rata-rata nasional. Hal tersebut membuat Sumbar menjadi sorotan tajam dari Presiden RI, Joko Widodo. Namun, sorotan tersebut langsung digubris oleh orang nomor satu di Polda Sumatera Barat yakni, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra. Ia membuat suatu gebrakan besar di Sumatera Barat, yaitu program Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin). Dengan menggerakkan seluruh jajaran kepolisian, mulai dari jajaran kepolisian terbawah hingga jajaran kepolisian paling atas. Dimulai dari Babinkantibmas, Polsek sampai jajaran Kapolres. Bagaimana  gebrakan hebat dari “Sang Pentolan” Sumdarsin tersebut ? Dan apa saja buah hasil dari gebrakan yang dilakukannya ?

MAYA DWI EFFENDI/WARTAWAN MADYA – NARASI JURNAL

Sumbar Masuk Dalam Sepuluh  Wilayah Terendah Sadar Vaksin

Saat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, bahwa Presiden RI, Joko Widodo menyoroti beberapa wilayah di luar Pulau Jawa-Bali yang capaian vaksinasinya masih rendah. Bahkan dalam catatan Kemenkes, tercatat ada sejumlah provinsi yang tingkat vaksinasi dosis pertamanya masih di angka 20 sampai 30 persen. Hal ini terhitung per 10  Oktober 2021, untuk pencapaian vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua.

Akselerasi vaksin Covid-19 dosis pertama dan dosis kedua di sepuluh daerah tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional, termasuk Sumatera Barat yang berada diurutan lima besar untuk dosis pertama dan dosis kedua berada diurutan pertama dari sepuluh wilayah tersebut. Untuk itu, Presiden memberi catatan khusus kepada daerah yang masih dibawah rata-rata agar dapat terus ditingkatkan pencapaian vaksinasinya. Dalam catatan Kemenkes, Sumbar baru mencapai 24,88 persen untuk dosis pertama, dan dosis kedua Sumbar berada diurutan pertama paling terendah hanya mencapai 12,7 persen.

Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi Covid-19 di daerah Sumatera Barat ini, dikarenakan masyarakat termakan berita hoaks yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Berita tersebut membuat masyarakat Sumatera Barat engan untuk mengikuti vaksin. Sehingga target yang sudah ditentukan tidak tercapai, membuat Sumbar masuk dalam kategori 10 daerah terendah dibawah rata-rata. Walaupun Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai cara untuk menghimbau seluruh masyarakat yang ada di wilayahnya, agar dapat mengikuti vaksinasi. Namun, usaha tersebut belum mencapai hasil yang memuaskan. Dan menjadi sorotan tajam dari orang nomor satu di Indonesia.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumbar pada bulan November 2021, bahwa sasaran yang paling rendah adalah untuk sasaran vaksinasi lanjut usia (lansia). Dibandingkan dengan sasaran vaksinasi untuk tenaga kesehatan, remaja, pelayanan publik dan masyarakat rentan. Realisasi pada vaksinasi untuk lansia baru mencapai 20,88 persen, dari target 488.575 orang untuk dosis tahap pertama. Sedangkan dosis tahap kedua untuk lansia masih sangat rendah sekali, hanya mencapai 7,6 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi mengungkapkan akan terus mengenjot kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi tersebut. Terutama para lansia yang umumnya termakan berita hoaks, sehingga mereka para lansia takut untuk divaksin.  Selain itu, banyak lansia di Sumbar yang komorbid dan tidak lulus cek kesehatan, sehingga ditunda pemberian vaksinasinya. Oleh karena itu, pihak pemerintah terus melakukan sejumlah cara agar target realisasi vaksinasi lansia yang masih sangat minim tersebut dapat meningkat. Dan membuat angka vaksinasi di Sumbar nantinya akan terus naik. Beberapa cara yang dilakukannya antara lain menggelar vaksinasi langsung ke rumah-rumah warga, sehingga lansia tidak perlu berjalan jauh untuk mendapatkan vaksinasi.

“Kami terus berupaya untuk melakukan berbagai cara agar dapat menaikan angka vaksinasi di Sumbar. Salah satunya adalah menaikkan kesadaran para lansia untuk mau divaksin, dan tidak termakan berita berita hoaks yang membuat mereka takut untuk divaksin. Kita melakukan cara yaitu langsung ke rumah-rumah warga, selain untuk jemput bola kita juga memberikan edukasi kepada mereka untuk menghindari dan untuk mengantisipasi isu hoaks tersebut,” tegas Kepala Dinas Kesehatan.

Berita hoaks, ketakutan para lansia untuk divaksin dan kurangnya edukasi langsung ke masyarakat tersebutlah yang membuat Sumatera Barat masuk dalam 10 provinsi yang paling rendah di bawah rata-rata nasional.

Bahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin tidak membantah bahwa masalah rendahnya kesadaran vaksinasi masyarakat Sumatera Barat adalah berita hoaks yang beredar di tengah-tengah masyarakat, ketidakpercayaan, ketakutan, atau kekhawatiran akan vaksin Covid-19. Namun, Menkes tetap meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar dapat meningkatkan jumlah vaksinasi Covid-19 di wilayahnya.

Karena berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 10 Oktober 2021, dari total 4.408.509 sasaran vaksinasi di Sumatera Barat, baru 1.114.877 orang atau sekitar 25,29 persen yang disuntik vaksin dosis pertama. Dan baru 568.327 orang, atau 12,89 persen yang mendapat dosis lengkap.

“Padahal, pemberian vaksin Covid-19 ini banyak manfaatnya, di antaranya meningkatkan kekebalan tubuh dari paparan Covid-19 serta mencegah mutasi baru dari Covid-19 itu sendiri. Vaksin yang disuntikkan ke badan kita dipastikan sudah melalui proses panjang pengujian yang ketat, sehingga dipastikan aman, bermutu, dan berkhasiat untuk tubuh kita,” ungkap Kemenkes.

Teddy Minahasa Putra “Sang Pentolan” Sumdarsin

Hal inilah yang membuat Putra Kelahiran Minahasa, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra membuat suatu gebrakan besar untuk merubah posisi Sumbar yang berada di bawah rata-rata nasional untuk berada di posisi yang diharapkan atau yang diinginkan oleh Pemerintah Pusat. Gebrakan tersebut adalah program Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin), dengan menggerakkan seluruh anggota kepolisian. Mulai dari anggota kepolisian paling bawah, hingga anggota kepolisian paling atas. Dari jajaran Babinkantibmas, Kapolsek hingga Kapolres di seluruh Kabupaten yang ada di Sumatera Barat, untuk membuat gerai percepatan vaksinasi di tengah-tengah masyarakat. Seluruh jajaran anggota Irjen Pol Teddy Minahasa Putra diminta langsung turun ke lapangan untuk membuka gerakan percepatan vaksinasi tersebut.

Gebrakan Sumdarsin yang dipentolin oleh mantan ajudan Wakil Presiden RI, dipusatkan di GOR Agus Salim Padang pada tanggal 30 Oktober 2021. Bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumbar beserta unsur Forkopimda. Bahkan Kapolda Sumbar tersebut memberikan penghargaan kepada RSUP Dr M Djamil yang diterima langsung oleh Direktur Utama, Yusirman. Karena telah berpartisipasi aktif untuk menyukseskan kegiatan Sumdarsin dalam rangka percepatan vaksinasi Covid-19 di daerah Sumatera Barat. Saat acara lounching program Sumdarsin ini, terlihat masyarakat Kota Padang yang sangat antusias untuk mengikuti berbagai kegiatan yang digelar di Gor Agus Salim tersebut. Hal ini terlihat dari ramainya warga yang hadir, sejak pagi hingga acara berakhir.

Dengan melihat ramainya louching program yang diusulkannya, Kapolda Sumbar mengatakan bahwa tidak benar, kalau di daerah Sumatera Barat bahwa masyarakatnya tidak mendukung program vaksinasi covid-19 yang diserukan oleh Pemerintah Pusat.

“Dengan ramainya masyarakat yang hadir saat lonching, berarti isu yang beredar bahwa masyarakat Sumbar tidak mendukung program pemerintah pusat tidak benar,” ungkap mantan Staf Ahli Wakil Presiden RI.

Lounching program Sumdarsin ini tidak hanya di Kota Padang saja, melainkan di seluruh kabupaten-kabupaten yang ada di Sumatera Barat. Dan semua daerah yang juga turut serta membuka gerai Sumbar Sadar Vaksin selalu terlihat ramai oleh masyarakat setempat, yang terlihat sangat antusias terhadap program yang diusulkannya.

Kapolda juga meminta kepada seluruh jajarannya untuk membuat berbagai trik dan strategi, agar kesadaran masyarakat di seluruh daerah yang ada di Sumatera Barat dapat terus tumbuh dan meningkat tajam. Karena vaksinasi Covid-19 itu sangatlah penting. Trik dan intrik yang dibuat mantan Sahlijemen Kapolri ini adalah, dimulai dari membuka gerai-gerai vaksinasi Sumdarsin di nagari-nagari yang ada di seluruh Sumatera Barat. Memberikan berbagai macam doorprize, memberikan sembako secara cuma-Cuma kepada peserta vaksinasi Covid-19, melakukan vaksinasi ke rumah-rumah warga yang belum divaksin, menggelar razia vaksinasi Covid-19  dibeberapa titik yang telah ditentukan oleh jajaran kepolisian yang ada di lingkungan Provinsi Sumatera Barat. Dan menggelar lomba Sumdarsin di tingkat Forkopimda.

Dari gerakan Sumdarsin tersebut membuat angka pencapaian vaksinasi Covid-19 di Sumatera Barat meroket. Meroketnya angkat pencapaian vaksinasi Covid-19 tersebut bukan hanya di Kota Padang saja, akan tetapi di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provisi Sumatera Barat juga meroket. Bahkan ada yang mencapai angka pencapaian vaksinasi Covid-19 di posisi 80 persen. Berkat ide brilian dari mantan Kasubbagjiansisops Bagjiansis Rojianstra Sops Polri, membuat pencapaian vaksinasi di Provinsi Sumatera Barat mencapai titik herd imunity yakni 78,50 persen.

Dukung Penuh Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 6-11 Tahun

Selain itu juga, mantan Kabidregident Ditlantas Polda Metro Jaya juga akan terus gencar dan mengambil beberapa langkah untuk percepatan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia enam hingga sebelas tahun. Hal ini dilakukannya berdasarkan perintah Presiden terkait pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak.

“Kita akan menindaklanjuti perintah Presiden terkait pentingnya vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun,” ungkap Kapolda.

Kata Kapolda lagi, yang akan dilakukannya untuk pencapaian vaksinasi anak ini adalah melakukan berbagai macam pendekatan dari berbagai lini. Diantaranya adalah memberikan pendidikan tentang pentingnya vaksinasi Cobid-19, kepada seluruh orang tua yang memiliki anak usia 6 sampai 11 tahun. Bahwa vaksinasi tersebut sangatlah penting untuk kesehatan dan membentuk kekebalan tubuh anak-anak mereka.

“Saya berharap agar para orang tua sadar akan pentingnya vaksinasi Covid-19, untuk kesehatan dan kekebalan tubuh anak. Untuk itu, kepada seluruh orang tua agar dapat membawa anak nya yang berusia 6 sampai 11 tahun ke gerai vaksinasi terdekat. Atau di sekolah-sekolah yang sudah membuka gerai vaksinasi. Hal ini diperuntukkan agar tubuh anak kita dapat kebal dan terbebas dari virus mematikan tersebut. Dan vaksinasi untuk anak ini dilakukan, agar pencegahan Covid-19 di kalangan anak-anak dapat diputus penyebarannya,” himbau mantan Kasubditmin Regident Ditlantas Polda Jawa Tengah.

Kapolda Sumbar juga menegaskan, vaksinasi anak harus dilaksanakan guna pembentukan herd immunity dan vaksinasi ini diperlukan dalam menyongsong pelaksanaan pembelajaran tatap muka diseluruh sekolah yang ada di Sumatera Barat.

“Vaksinasi anak ini dilakukan, dalam rangka akselerasi percepatan penanganan Covid-19. Khususnya dalam rangka persiapan untuk menghadapi pembelajaran tatap muka  di sekolah nantinya,” pungkas Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) periode 2021-2026. (***)

Jangan Lewatkan