NARASIJURNAL.COM, Bungo – Kantor Bupati Bungo di seruduk ratusan pendemo dari warga dusun Koto Jayo, kecamatan Tanah Tumbuh, Kamis (20/01/2022).
Bergemuruh menyuarakan “Turunkan Rio dusun Koto Jayo”, yang dilontarkan ratusan pendemo dalam aksinya. Hampir satu Jam lamanya pihak kepolisian mempersilahkan menyuarakan tuntutan para pendemo. Setelah itu, polisi mempersilahkan beberapa perwakilan untuk masuk ke kantor Bupati.

Namun, beberapa perwakilan demo sebelum melakukan mediasi dengan pihak pemerintah. Perwakilan ini dilakukan pendataan dan langsung tes antigen PCR covid-19 terlebih dahulu.

Aksi berlangsung damai, dengan dikawal ketat oleh pihak personil Polres Bungo, hingga tampak di lokasi halaman kantor Bupati Bungo, satu ekor Anjing Herder (Pelacak,-red).
Ratusan Pendemo ini lebih dominan kaum ibu ibu meminta agar Rio dusun Koto Jayo Said Somad turun dari jabatannya.
“Pak Bupati kami minta tolong copot Said Somat sebagai Rio Kami. Karena dia diduga telah korupsi dana desa. Kami tidak mau dipimpin Rio yang suka korupsi, tidak transparan Maslah anggaran dana desa yang masuk ke dusun kami, jadi kami datang kesini menuntut agar Said Somat turun dari jabatannya dari Rio di dusun kami,” teriak salah seorang pendemo Taufik.
Adapun tuntutan pendemo ada 4 alasan:
1. Tidak menepati janji poltik.
2. Diduga menyalahgunakan dana desa.
3. Pengelolaan Bumdus yang tidak transparan.
4. Kebijakan tidak pro rakyat .
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemda Bungo terkait persoalan ini, para perwakilan pendemo masih melakukan mediasi dan melakukan pembahasan secara tertutup dengan pihak Pemerintah daerah. (Din/NJ)







