NARASIJURNAL.COM, Tanjabbar –
Dahulu kala di era tahun 1990, pasar parit I Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjabbar) sebelum pemekaran menjadi kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dikenal dengan sebuah pasar PJ (Barang Bekas,- red), yang menjadi salah satu icon kota Kuala Tungkal. Tahun berganti tahun, di era tahun 2000 pasar PJ tersebut di sulap menjadi icon Wisata Kuliner Kota Kuala Tungkal.
Masih ada sebagian beberapa pemilik toko PJ yang memasarkan Barang impor tersebut pada siang hari seperti barang rumah tangga, pakaian hingga ke barang elektronik. Zaman itu sekira 1990 banyak barang impor menjadi buruan oleh masyarakat.
Dari tahun 2000 hingga di tahun ini (2022,- red) pasar PJ Parit I telah berubah menjadi sebuah Icon Wisata Kuliner Kota Kuala Tungkal, yang mana banyak di minati para masyarakat Tanjabbar khususnya lebih di minati para kalangan pemuda-pemudi. Tidak sedikit nya pemuda pemudi menghabiskan waktu malam diarea itu.
“Kawasan tersebut sudah menjadi primadona kaum muda-mudi, dan dipilih sebagai tempat berkumpul, berdiskusi dengan teman. Makanan dan minum disini tersedia, ditambah lokasi ini ada internet gratis,” tutur Salah satu pengunjung Fajar saat ditemui sedang asyik bersantai di Warkop, Minggu,(20/2/2022), ucapnya.
Terpisah slah satu pemilik Warkop Ridwan (55) mengatakan, dulunya pengunjung warkop yang ada di sepanjang pasar PJ Parit I ini sangatlah sepi, sebelum diramaikan kaum pemuda, hanya tongkrongan biasa.
“Mungkin semenjak ada salah satu penarik di warkop yaitu penambahan fasilitas WiFi, pemuda-pemudi mulai banyak tertarik, hingga saat ini pengunjung membludak. Kami terkadang kewalahan melayani pengunjung,” tuturnya.
Ditambahkan Soleh salah satu pemilik Warkop, besar harapan kawasan ini perlu diperhatikan pemerintah daerah. Agar tetap menjadi icon Kota Kuala Tungka, sebagai wisata kuliner. “Kawasan ini sangat membantu penghasilan pedagang, yang menggeluti di Usaha Kecil Mikro (UKM),” tutupnya. (Fir/NJ)







