Diduga Keracunan Oksigen, 2 Karyawan PT Bina Mitra Makmur Tewas

BUNGO, PERISTIWA21 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, Bungo – Dua Karyawan PT. Bina Mitra Makmur, kecamatan Bathin II Babeko, kabupaten Bungo- Jambi, yang bergerak di bidang kelapa sawit, tewas saat bekerja. Kuat dugaan, kedua karyawan tersebut tewas karena keracunan oksigen pada saat bekerja, kemarin Kamis (5/05/2022).

Dua korban yang meninggal tersebut, bernama Ade Putra (30), warga Desa Tanjung Menanti, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo, dan Nopriyanto (37), warga Kota Jambi, yang merupakan Karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan tersebut.

Dari informasi yang diperoleh, kedua korban pertaman sekali ditemukan oleh rekannya sesame mekanik pabrik, pada saat masuk keruangan bio gas, dan melihat kedua korban sudah tergeletak dengan posisi tubuh kaku pada pagi hari disalah satu ruangan bengkel Pabrik.

“Pertama saya masuk, saya melihat kedua korban sudah kaku tergeletak didalam bengkel, sekitar pukul 06.00 pagi kemarin,” ujar Sinaga, rekan kerja korban, saat dimintai keterangan, Jumat (6/05/2022).

Sinaga menduga, kedua rekannya yang tewas tersebut diperkirakan antara pukul 00.00 wib hingga pukul 06.00 wib pagi. Menurutnya, pada pukul 00.00 wib tersebut, kedua korban masih melaporkan kegiatannya kepada Manager Pabrik, terkait aktifitas kerjanya, pada bagian Bio Gas.

“Kalau saya menduga, korban itu tewas, antara pukul 00.00 wib sampai 06.00 wib. Karena, pada pukul 00.00 wib, korban masih melaporkan kegiatannya kepada Manager pabrik,” tuturnya.

Untuk sementara, Sinaga belum mengetahui pasti apa penyebab tewasnya kedua rekannya tersebut. Namun, saat ini kedua rekannya sudah dibawa ke rumah sakit umum daerah H. Hanafie Bungo.

“Untuk penyebabnya, kami tidak tau pasti. Yang jelas kedua korban sudah dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro mengatakan, dari peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi di PT. BMM, kedua korban saat ini terindikasi keracunan bio gas, karena kedua korban pada saat itu melaksanakan kegiatan pembersihan tangki bio gas.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap perusahaan, terkait tewasnya kedua karyawan tersebut, apakah ada kelalaian kerja atau pelanggaran SOP. Karena, di perusahaan tersebut ada kegiatan untuk berdayakan limbah cair, untuk dijadikan pembangkitan listrik dari bio gas,” tutup Guntur. (Din/NJ)