Minat Petani Karet Menurun Faktor Harga Karet Tak Kunjung Naik, Beralih Kebun Sawit

BUNGO, DAERAH14 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, – Petani yang menggunakan hidupnya dengan penghasilan karet, khususnya di ke amatan Jujuhan, kini 50 persen beralih berkebun sawit. Pasalnya, harga karet tak kunjung naik, hanya terus bertahan dengan harga 9000 per Kg.

Dari pantauan di lapangan, salah satu kelompok tani, pasar lelang karet, dusun Pulau Jelmu, kecamatan Jujuhan kabupaten Bungo, Ketua kelompok tani Ahmadi saat dikonfirmasi menjelaskan,ย  ia mengakui sejak harga karet turun, sudah sedikit menerima karet dari petani, dulu harga karet masih tinggi iaย  pernah menerima karet mencapai 15 ton.

“Sekarang hanya 4 ton, jauh merosot nya, ini faktor nya banyak masyarakat yang sudah beralih ke kebun sawit sudah 50 persen lah masyarakat yang masih bertahan,” ucapnya, Kamis (25/05).

Selain itu, harga juga sekarang turun dratis hanya dibandrol Rp.9000 per kg. Besar harapan Ahmadi agar pemerintah segera menemukan solusi untuk menaikan harga karet di Bungo ini.

Di tempat yang sama, salah seorang petani karet Bakar menyampaikan, ia masih tetap bertahan menyadap karet karena memang sudah turun temurun menggantungkan kebutuhan sehari hari dan menyekolahkan anak dari hasil karet sejak zaman dulu.

“Harga karet saat ini hanya mencapai 9000 per kilo, Minggu lalu pernah mencapai 10 hingg 11 ribu, tapi Minggu ini turun lagi menjadi 9.000,-,” tutupnya. (Azh/NJ)