Lagi, Dirut Athaya Garden Dedi Hardani Bantu Kursi Roda Kakek Terbaring 10 Tahun Derita Sakit Stroke

BUNGO, DAERAH7 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, – Setelah mendapat kabar, ada seorang kakek yang bernama Jalaludin berumur (60) tahun, yang sudah terbaring lemas selama 10 tahun karena menderita sakit Stroke. Ia merupakan warga dusun Datar, kecamatan Muko-Muko Bathin VII, kabupaten Bungo-Jambi.

Tampak raut wajah ceria kakek Jalaludin (60) tahun ketika berbincang dengan Dedi Hardani.

Tak berlama lama, Direktur Athaya Garden Dedi Hardani S.Pd.I langsung mendatangi kediaman rumah Jalaludin (60) tahun ini, dengan membawakan sebuah kursi roda. Bantuan lainnya, berupa sembako dan uang tunai.

Dedi Hardani menuturkan, setelah mendapatkan kabar kondisi Jalaludin (60), yang terbaring lemas selama 10 tahun karena sakit stroke yang dideritanya, kakek Jalaludin hanya bisa bergerak jauh jika mendapatkan bantuan dari kerabatnya.

“Jadi kita langsung mendatangi beliau, dengan membawakan kursi roda, dan berupa paket sembako serta ada rezeki sedikit berupa uang tunai. Bantuan ini murni panggilan hati, karena saya senang melihat orang senang dan bisa tertawa lepas dan merasa bangga bisa membantu dan mengurangi beban orang yang tidak mampu. Semoga apa yang diberi ini bisa mendatangkan manfaat kepada beliau, berbagi itu indah,” ulas Dedi Hardani saat dikonfirmasi narasijurnal.com. Jum’atย  (5/08/3022).

Ditempat yang sama, Jalaludin menyampaikan ucapan terima kasih atas kebaikan hati dari Direktur Atahya Garden Dedi Hardani, yang telah membantu kursi roda dan paket sembako serta uang tunai. Karena sudah 10 tahun dirinya menderita sakit Stroke.

“Alhamdulillah, Rezeki yang tidak diduga, Allah mengirimkan rezeki hari ini melalui nak Dedi Hardani. Kini Sayo bisa bergerak lebih leluasa karena sudah pake kursi roda. Sayo terima kasih nian, sayo doakan nak Dedi dan keluarganya selau dilindungi Allah SWT setiap langkahnya, semoga rezekinya terus bertambah dan dimudahkan segala urusan dan tercapai setiap niat baiknya,” tutur doa dari Jalaludin tercampur senang dan haru yang tampak mata berkaca kaca menahan air matanya. (Din/NJ)