Ditengah Pemulihan Ekonomi, Pembangunan Gedung Lapangan Tenis Bungo Telan Anggaran Rp1, 4 Miliar

BUNGO, DAERAH13 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, – Ketua Wilayah LSM Inakor (Independen Nasionalis Anti Korupsi) DPW Jambi Fahlefi menyoroti besarnya anggaran lapangan tenis yang saat ini sedang dibangun oleh pemerintah daerah kabupaten Bungo melalui Dinas PUPR Bungo, dengan menghabiskan anggaran Rp1,4 miliar. Sementara saat ini menurutnya perlunya fokus kepada puluhan ekonomi masyarakat setelah dilanda covid-19. Jum’at (2/09).

Papan informasi pembangunan gedung tenis Bungo senilai 1.4 M.

Lapangan tenis yang sedang dibangun Pemda Bungo itu yakni, lapangan tenis di lokasi pujasera tempat kuliner kota Bungo, tepatnya lagi di samping Rumah Dinas Bupati Bungo.

Fahlefi mengatakan, kebijakan alokasi anggaran untuk membangun lapangan tenis ini merupakan bentuk perilaku pemerintah yang tidak tahu malu, memboroskan anggaran untuk belanja yang sama sekali bukan prioritas dan kebutuhan masyarakat Bungo.

Justru anggaran-anggaran semacam inilah yang menyandera kebutuhan prioritas masyarakat yang semestinya mendapatkan perhatian dan dukungan anggaran secara memadai.

“Alokasi anggaran ini mencerminkan tingkat sensitifitas pemerintah daerah terhadap masalah yang dihadapi warga sangat rendah. Warga sedang berupaya untuk pemulihan ekonominya akibat Covid-19,” sebutnya.

Tidak hanya itu banyak lagi persoalan ditengah masyarakat yang semestinya menjadi prioritas Pemerintah bukan malah untuk membuang anggaran yang sia-sia.”Warga sedang berperang dengan harga bahan pokok yang tinggi, yang seharusnya menjadi prioritas daerah untuk ditangani,” tambah Fahlefi.

“Tapi justru pemerintah tidak sensitif bahkan lebih membelanjakan uangnya untuk kebutuhan yang pastinya bukan masyarakat kecil. Siapa yang akan olahraga itu? Tentu bukan warga kecil,” sambungnya.

Berapa banyak fasilitas olahraga yang telah dibangun namun tidak difungsikan, Fahlefi menuturkan, bahkan sebagian telah rusak parah. Dan lebih penting lagi ia menjelaskan banyak kebutuhan masyarakat yang saat ini belum didapatkan.

“Anggaran Rp1.5 miliar itu seharusnya pemerintah dan DPRD saat ini lebih penting memikirkan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat lebih kehajat hidup orang banyak seperti kegiatan sosial dan pendidikan, masih banyak pembangunan tahun sebelumnya tidak dimanfaati dgn berbagai alasan,” kata dia.

Dari pantau di lapangan pembangunan Gedung Lapanga Tenis dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dengan no kontrak 10/CK/PUPR/BUNGO/2022 dengan besaran anggaran Rp. 1.485.578.000.00 (Satu Miliar Empat Ratus Delapan Enam Juta Lima Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Rupiah) dikerjakan oleh kontraktor dari Perusahaan CV. PAYE MORE RAWANG masa pelaksana 143 Hari Kalender. (NJ)