Selamatkan Generasi Bangsa, BNK Bungo Sukses Gelar Penyuluhan Bahaya Pengaruh Narkoba

Sejumlah Da'i Dapat Penghargaan dari Ketua BNK Bungo

BUNGO, DAERAH11 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, – Mengingat angka penyalah gunaan narkotika di kabupaten Bungo masih tinggi, dan tingkat pertama se Provinsi Jambi. Untuk itu, dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika di kabupaten Bungo. Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bungo telah sukses menggelar penyuluhan tentang bahanya pengaruh narkoba, sasaran awal penyuluhan di lembaga pendidikan dengan menggandeng para da’i dalam memberikan pemahaman kepada generasi.

Suasana penyuluhan narkoba dari segi pandangan Islam dihadiri Wabup Bungo. /Udin/Nj

Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bungo, juga selaku Wakil Bupati Bungo H Syafruddin Dwi Apriyanto memberikan piagam penghargaan kepada da’i yang ikut andil memberikan penyuluhan tentang bahaya pengaruh narkoba.

Siswa siswi antusias ikuti penyuluhan tentang bahaya narkoba. /Syahruddin/NJ

“Saya apresiasi atas ketulusan hati para Ustdz yang ikut mensukseskan program BNK Bungo, piagam ini sebagai wujud apresiasi kita, karena telah menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Apri.

Penyuluhan tentang bahaya pengaruh narkoba yang diprogramkan BNK Bungo, dilakukan setiap hari Jum’at secara serentak di masing masing sekolah menengah pertama se kabupaten Bungo.

Tahap untuk awal sasaran penyuluhan tingkat SLTP sederajat, kedepannya akan dilanjutkan ke tingkat jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Apa yang kita lakukan ini adalah tugas mulia, dengan memberikan pemahaman agama kepada generasi bangsa kita bahwa narkoba ini sangat berbahaya dapat mengancam keberlangsungan para generasi kita. Semoga dengan gencarnya melakukan penyuluhan ini dapat menurunkan angka penyalah gunaan narkoba di kabupaten Bungo,” harap Apri.

Apri juga berpesan kepada masyarakat Bungo, jika ada keluarga atau anaknya yang sudah terpengaruh dengan barang haram tersebut (narkotika), maka segera sampaikan atau laporkan itu kepada BNK Bungo. Yang bersangkutan tidak akan ditahan atau ditangkap, tetapi akan di rehabilitasi.

“Daripada nanti ditangkap polisi, lebih baik lapor ke BNK saja. Demi menyelamatkan generasi dari bahaya narkotika,” tutupnya. (Din/NJ)