Jelang Hadapi Nataru 2023, Unsur Forkopimda Gelar Rapat Antisipasi Harga Bahan Pokok Melonjak

BUNGO, DAERAH17 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, – Agenda menjelang hadapi hari raya Natal dan Tahun baru (Nataru) 2023, Pemerintah kabupaten Bungo bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi.

Rapat berlangsung di ruang kerja Bupati Bungo, Jum’at (16/12/2022). Rapat di pimpin langsung oleh Bupati Bungo H.Mashuti, tampak hadir wakil Bupati Bungo, Koramil kota, Kabag Sumda polres Bungo, staf ahli Bupati, Asisten, kepala OPD, dan para Kabag.

Bupati menjelaskan, ada beberapa agenda yang di bahas, diantaranya menghadapi Natal dan Tahun baru 2023. “Pertama tentu kita bersama teman-teman unsur Forkopimda, persiapan pos-pos penjagaan di tempat-tempat rumah ibadah dan juga di tempat-tempat keramaian, yang kedua memastikan keamanan ketertiban di lingkungan khususnya di Kabupaten Bungo supaya berjalan dengan aman, damai, lancar dan tertib, yang ketiga kita memastikan ketersediaan bahan pokok pangan masyarakat tersedia di Kabupaten Bungo,” bebernya.

Kemudian itu kata Bupati, memang ada beberapa komoditi yang merangkak naik terutama beras, telur ayam, cabe merah dan cabe rawit dan juga ayam potong. “Ini perlu kita antisipasi, kita akan melakukan operasi pasar terutama untuk beras, telur, daging ayam kemudian cabe merah dan cabe rawit kita akan lakukan operasi pasar sehingga memang bisa kita kendalikan harganya,” ucap Bupati.

Selian itu, pada kesempatan rapat tersebut Bupati juga membahas ada beberapa kegiatan bersama teman-teman Forkopimda yakni tujuan memberantas Penambang Emas Tanpa Izin (Peti) hinggย  ke kecamatanย  Bathin III Ulu.

“Alhamdulillah beberapa hari ini Tim gabungan baik itu TNI & Polri bersama pemerintah daerah Kabupaten Bungo mengagendakan razia Peti, baik di kecamatan Babeko maupun di belakang Bandara. Alhamdulillah puluhan rakitan Dompeng sudah di musnahkan secara dibakar, untuk kedepannya tim gabungan ini akan razia sampai ke Bathin III Ulu, karena sama-sama kita ketahui bahwa air sungai disana tidak jernih lagi melainkan sudah tercemar dengan adanya dugaan aktifitas Peti,” pungkasnya. (NJ)