
NARASI JURNAL. COM, DHARMASRAYA – Anggota DPR Komisi IX H.dr Suir Syam dan BKKBN fokus melakukan penurunan angka stunting di Provinsi Sumatera Barat. Terutama di daerah pemilihan 1 Sumbar. Penurunan angka stunting ini dilakukan melalui Sosialisasi, Advokasi dan KIE di sejumlah daerah di Sumbar.
Pada Hari Minggu 10 Desember 2023 kegiatan Sosialisasi, Advokasi dan KIE dipusatkan di ASC Futsal Blok B, Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung. Ratusan masyarakat serius mengikuti acara tersebut.
Hadir pada kesempatan itu, Lismomon Nata, SPd, MSi mewakili kepala perwakilan BKKBN Sumbar, Yusni Sri Hartati, Str Keb, MKM mewakili kepala dinsos P3AP2KB Dharmasraya, Desi Sasru, S.Sos mewakili camat Sitiung, Walinagari Sungai Duo, Ali Amran, S.Pd, Ketua Bamus Nagari Sungai Duo,
Sarwadianto, babinsa, bhabinkamtibmas, Penyuluh KB, Kader- Kader KB dan undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, H.dr.Suir Syam dan BKKBN memberikan pemahaman tentang stunting dan cara pencegahannya kepada peserta.
” Stunting adalah kondisi kurang tinggi badan anak dibangdingkan dengan anak anak seusianya atau gangguan pertumbuhan. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak,” terang Suir Syam.
Lanjut Suir Syam, selain menghambat pertumbuhan fisik anak. Stunting juga berisiko terhadap kurangnya kecerdasan anak.
“Stunting ini dapat dicegah sedini mungkin dari 1000 hari pertama usia anak dengan memberikan gizi yang cukup berupa protein dan vitamin,” katanya.
Pihak BKKBN Provinsi, Lismomon Nata menambahkan, tunting menjadi perhatian berbagai pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, karena dampak negatif berkepanjangan kepada anak-anak Indonesia.
Stunting tidak hanya berdampak gagal tinggi badan abak sesuai potensi genetik. Otak anak yang stunting pun tidak dapat berkembang secara normal sehingga mengakibatkan kemampuan kognitif dan kekebalan tubuh yang rendah.
” ASI eksklusif penting untuk mencegah terjadinya stunting pada bayi. Jadi perlu kita ketahui gizi bayi enam bulan pertama ditentukan dari asi eksklusif. Yang tak kalah pentingnya mencukupi gizi anak dalam rahim atau hamil. Apabila nutrisi kurang nantinya bisa menyebabkan asupan yang kurang dan menjadi stunting pada bayi,” pungkasnya.
Kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE Penuruan Stunting diisi pula dengan bagi doorprize. (Mde)







