Kapolres Dharmasraya Mediasi Aksi Damai Warga Durian dan Koto Baru dengan PT. BRM

PERISTIWA19 Dilihat

NARASI JURNAL.COM, DHARMASRAYA – Kapolres Dharmasraya, AKBP Purwanto Hari Subekti, S.Sos, pimpin pengamanan sekaligus upaya mediasi dalam Aksi Damai yang dilakukan oleh masyarakat adat dari Jorong Durian Simpai dan Jorong Koto Baru, Nagari Koto Nan IV Dibawah, Kecamatan Sembilan Koto. Aksi ini berlangsung di lokasi PT. Bukit Raya Mandiri (BRM), Jorong Lubuk Mansagu, pada Jumat (23/5/2025) pukul 14.15 WIB.

Sekitar 200 warga yang tergabung dalam aksi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada perusahaan, di antaranya pengembalian lahan tanaman kehidupan seluas 550 hektare, pengeluaran status tanah APL dari wilayah kerja perusahaan, penegasan batas wilayah, pencabutan laporan terhadap Ninik Mamak, serta pergantian Manager PT. BRM sektor Sijunjung.

Kapolres Dharmasraya tidak hanya memimpin pengamanan yang melibatkan personel gabungan Polres dan Polsek Pulau Punjung, tetapi juga turun langsung memediasi antara masyarakat dan pihak perusahaan. Ia berdialog dengan perwakilan aksi seperti Aidil Fitri Dt. Pangulu Bosau, Sahlil Dt. Bagindo Rajo, dan tokoh masyarakat Leli Ramaldi, serta berupaya menjembatani komunikasi dengan pihak perusahaan.

Pihak perusahaan yang diwakili Humas PT. BRM, Bapak Wahyudi, sempat hadir menemui massa. Namun, karena dinilai tidak memiliki wewenang mengambil keputusan, massa meminta agar Manager PT. BRM, Viktor, hadir secara langsung. Mediasi yang diupayakan Kapolres belum membuahkan hasil maksimal karena manajemen belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan warga.

Aksi tetap berlangsung damai dan berakhir pukul 16.00 WIB dengan massa membubarkan diri secara tertib. Namun, koordinator aksi menyatakan bahwa seluruh operasional PT. BRM akan dihentikan sementara hingga tuntutan dipenuhi. Masyarakat juga akan melakukan pengecekan langsung ke area kerja PT. BRM pada Sabtu (24/5) dan siap menghentikan aktivitas secara paksa jika ditemukan pelanggaran.

Kami berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Kami harap semua pihak mengedepankan musyawarah dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik. Ujar AKBP Purwanto Hari Subekti.(mde)