TANJUNG JABUNG TIMUR – Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur dari Partai Golkar, Muhammad Samin, resmi meluncurkan buku berjudul Elit Lokal dalam Kontestasi Politik yang diterbitkan Al Hikam Media Utama, penerbit Yogyakarta.
Buku tersebut menjadi karya akademik sekaligus kontribusi intelektual yang mengupas dinamika elit dalam politik lokal Indonesia, khususnya pasca era reformasi dan otonomi daerah.

Muhammad Samin yang merupakan alumni Magister (S2) Ilmu Politik Universitas Andalas (Unand) Padang menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari proses akademik yang panjang. Substansi buku berangkat dari tesis yang pernah ia susun saat menempuh pendidikan pascasarjana dengan judul Peran Elit Lokal dalam Pemenangan Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Datuk Rajo Medan pada Pilkada Dharmasraya Tahun 2015.
Menurutnya, fenomena politik lokal tidak dapat dipahami hanya dari apa yang tampak di permukaan. Di balik setiap kemenangan politik, terdapat jaringan elit, tokoh berpengaruh, pemegang sumber daya, dan aktor-aktor informal yang memainkan peranan penting dalam menentukan arah politik daerah.
“Buku ini saya tulis sebagai upaya memahami bagaimana kekuasaan bekerja di tingkat lokal. Politik daerah bukan hanya soal kandidat yang bertarung, tetapi juga tentang elit yang memengaruhi proses pengambilan keputusan, membangun koalisi, serta menggerakkan dukungan masyarakat,” ujar Muhammad Samin.
Dalam buku setebal 86 halaman tersebut, Muhammad Samin mengulas berbagai teori elit mulai dari pemikiran klasik Vilfredo Pareto, Gaetano Mosca, dan Robert Michels, hingga teori-teori kontemporer mengenai elit lokal dan fenomena local strongman atau orang kuat lokal.

Buku ini juga membahas konsep elit formal dan elit informal, sumber-sumber kekuasaan elit, serta penggunaan kerangka analisis Robert Putnam yang menekankan tiga pendekatan dalam melihat kekuasaan, yakni analisis posisi, analisis reputasi, dan analisis keputusan.
Selain itu, salah satu bagian penting dalam buku ini adalah pembahasan mengenai fenomena “orang kuat lokal” yang sering kali memiliki pengaruh besar dalam proses politik meskipun tidak selalu menduduki jabatan formal pemerintahan.
Bagi Muhammad Samin, menulis bukan hanya aktivitas akademik, melainkan bagian dari tanggung jawab intelektual.
“Menulis adalah nafas seorang intelektual. Saya percaya pada satu kalimat sederhana, menulislah maka kamu ada. Gagasan yang tidak ditulis akan hilang, tetapi gagasan yang dituangkan dalam tulisan akan terus hidup dan menjadi warisan pemikiran bagi generasi berikutnya,” ungkapnya.
Ia berharap buku Elit Lokal dalam Kontestasi Politik dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, serta para praktisi politik yang ingin memahami lebih dalam tentang dinamika kekuasaan dan demokrasi di tingkat lokal.
Peluncuran buku ini sekaligus menjadi bukti bahwa dunia politik dan dunia akademik dapat berjalan beriringan. Melalui karya tersebut, Muhammad Samin ingin menunjukkan bahwa seorang politisi tidak hanya hadir dalam ruang-ruang kebijakan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan melalui tradisi menulis dan penelitian.
Buku Elit Lokal dalam Kontestasi Politik diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat kajian politik lokal di Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak karya intelektual dari daerah yang mampu berbicara dalam forum akademik nasional.(Nj)







