NARASIJURNAL.COM, Bungo, – Sat Binmas Polres Bungo menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema “ Waspadai paham radikalisme terorisme, intoleransi antar ummat beragama disekitar kita” bersama para penyuluh agama islam non PNS dalam naungan Kementrian agama Kabupaten Bungo. Yang tergabung dalam Da’i Kamtibmas Polres Bungo. Acara ini digelar di gedung Aula Polres Bungo Rabu (27/11/2019).

Kegiatan ini dilakukan selain silaturahmi antar kepolisian bersama penyuluh, juga dapat mempererat hubungan Kamtibmas dan para da’I Kamtibmas yang telah terbentuk. Agar kerjasama disetiap Kecamatan dan dusun dapat terjalin dengan baik, dalam mengatasi permasalahan yang timbul ditengah masyarakat. Pada kesempatan itu, dihadiri Kaolres Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji, S.IK, MSI Kasat Binmas Polres Bungo AKP H. Darmawan, Sementara hadir pemateri diisi oleh Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Bungo H. Harlek S.Ag M.Sy serta perwakilan dari MUI Kabupaten Bungo Asrul M.Pd.I.
Kapolres menyampaikan dalam sambutanya, da’I Kamtimbas yang mana diamanahkan kepada para penyuluh se kabupaten bungo, merupakan garda terdepan dalam menghadapi beragam problem yang terjadi ditengah masyarakat. Apalagi saat ini, upaya untuk terus menciptakan keadaan yang kondusif, aman dalam menghadapi Pilkada maupun Pilrio mendatang.

“Kami juga terus berupaya memperbaiki diri, Kamtibmas kita yang ada disetiap Kecamatan agar terus bergerak dan aktif menghadiri acara atau kegiatan social serta keagamaan yang ada disetiap dusun. Kita juga berharap kerjasmanya mengawasi adanya paham radikalisme, terorisme dan Intoleransi disekitar kita. Alhamdulillah beberapa bulan yang lalu, kita dapat menangkap 2 orang yang terduga teroris, serta beberapa bandar dan pengedar barang terlarang di bungo ini.
Saya sudah mengantongi nama-nama pengedar Narkoba di setiap Kecamatan. Kita berharap kerjasma yang baik, mungkin melalui para da’I melalui penyuluh agama dapat merubah yang tidak baik menjadi baik, sehingga berkurang tindak kejahatan di sekitar kita. Pada kesempatan ini juga saya sangat berterimakasih sekali para da’I Kamtibmas se Kabupaten Bungo yang memenuhi undangan ini. Kita berharap mitra antara para da’I dan kepolisian terus terjaga. Intinya, mari kita terus menjaga persatuan kesatuan demi keutuhan Bangsa ini,” harap Kapolres.
Diteruskan, kegiatan FGD ini dilanjutkan penyampaian materi, disampaikan oleh Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Bungo H. Harlek, S.Ag M.Sy pada kesempatan itu pihaknya mengingatkan kembali para Penyuluh agar professional dalam mengemban amanah selaku ujung tombak di tengah masyarakat.
“Tugas ini adalah tugas yang mulia, tinggal kita mengasa kemampuan kita agar dalam menjaalankan tugas ini tidak merasa berat. Kita harus siap membantu program pemerintah, pihak kepolisian jika kita diminta untuk konsultasi mengenai agama, dan bekerjasama mengatasi paham-paham Radikalisme, terorisme dan intoleransi atar ummat beragama disekitar kita. Ini dalah sudah tugas kita selaku penyuluh,” pungkas H. Harlek.

Dilanjutkan pemateri pemahaman mengenai bahayanya Radikalisme, terorisme dan Intoleransi antar ummat beragama. Yang diampiakan oleh perwakilan dari MUI Kabupaten Bungo Asrul MPd.I. menjelaskan agar penyuluh, harus memahami apa itu Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi antar ummat beragama. Serta memahami juga ciri-ciri dan dampak pengaruh yang tidak lazim yang terjadi di tengah masyarakat.
“Selanjutnya, jangan cepat temakan Hoak, sebaiknya klarifikasi dulu (Tabayyun,-red). serta berhati hati memilih organisasi. Kemudian jangan cepat mengambil keputusan, jika ada perkumpulan yang mencurigakan, yang sifatnya pengajian tertutup patut diawasi. Jika ada temuan seperti itu segera melaporkan kepada Kepala Desa/Rio, kemudian diteruskan laporan ke Kua atau Kemenag nanti akan dilanjutkan pihak Kepolisian yang kan menindak lanjuti,”tandasnya. (NJ)







