Prof. Dr H Ahmad Syukri Saleh MA Terpilih Ketum MUI Tanjabbar

NARASIJURNAL.COM, Tanjabbar – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke VIII, Minggu (26/12/2021).

Dengan berjalannya sidang pleno, berdasarkan hasil keputusan secara formatur, Ketua sidang Pleno Dr Khairul Fauzi M Pd beserta perwakilan 11 orang anggota memutuskan bahwa Prof Dr H Ahmad Syukri Saleh MA layak untuk memimpin sebagai Ketua Umum MUI Tanjabbar.

Ketua umum (Ketum) MUI Tanjabbar terpilih Prof Dr H Ahmad Syukri Saleh MA saat di hubungin media narasijurnal.com melalui via WhatsApp mengatakan, Insya Allah MUI Tanjabbar ke depannya pihaknya ingin membangun sinergitas dengan semua elemen masyarakat, terutama organisasi sosial, keagamaan, dan pelaku ekonomi kemasyarakatan.

“Tak luput pula pemerintah daerah Tanjabbar, demi memajukan potensi daerah dalam menopang kehidupan beragama yang kondusif, saling menghargai dan memuliakan martabat kemanusiaan di tengah kehidupan masyarakat,” ungkap Ustad Syukri selaku ketua umum terpilih.

Terpisah, Ketua umum D

demisioner MUI Tanjabbar KH Mahyudin Arif menyampaikan, tentu yang kita pilih ini memiliki wawasan, pengalaman yang cukup, baik dari segi keilmuan dan lain – lain.

Harapannya, mudah-mudahan dari sudut hubungan dengan pemerintah Daerah saya yakin akan dapat berjalan dengan lancar.

“Harapan kita yang berkaitan dengan pengajuan untuk kepentingan MUI dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah demi kepentingan ummat yang di kelola serta di benahi oleh MUI semuanya berhubungan dengan ummat. Banyak masalah- masalah keagamaan yang perlu perhatian serta sumbangsih besar dari pemerintah daerah,” ungkap ustad Mahyudin.

Lanjutnya lagi, daerah Tanjabbar ini adalah tempat translate dari pada penduduk lain untuk singgah, bahkan ada yang masuk islam, dan alhamdulillah pekan bulan lalu ada 6 orang yang masuk islam,

“Untuk para mualaf di daerah kita ini belum ada lembaga yang mengayomi nya, jadi saya menganjurkan pada saat forum untuk membuat sebuah lembaga mualaf, sehingga nantinya ada perhatian khusus para mualaf oleh ummat islam untuk membimbingnya”, tutupnya (Fir/NJ).