Laporan Penyusunan Instrumen Evaluasi Mata Pelajaran Desain Komunikasi Visual Kelas XI Fase F SMK Negeri 1 Koto Baru

Oleh : Yeni Hastuti, S. T (Guru Mata Pelajaran Desain Komunikasi Visual)

PENDIDIKAN, PERISTIWA659 Dilihat

 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

               Pendidikan vokasi memiliki karakteristik khusus yang menekankan pada penguasaan kompetensi praktis dan relevansi dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk memastikan peserta didik telah mencapai kompetensi yang diharapkan, diperlukan sistem penilaian atau asesmen yang valid dan reliabel. Dalam Kurikulum Merdeka, guru dituntut untuk mampu merancang instrumen evaluasi yang tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga kemampuan psikomotorik siswa sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan.

             Pada mata pelajaran Konsentrasi Keahlian (KK) Desain Komunikasi Visual (DKV), khususnya pada elemen Prinsip Desain Visual, siswa diharapkan mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip desain secara nyata. Namun, tantangan yang sering dihadapi adalah ketersediaan instrumen evaluasi yang benar-benar
teruji kualitasnya, baik dari segi validitas isi maupun validitas empirik di lapangan.

           Laporan ini disusun sebagai upaya untuk mendesain instrumen evaluasi berbasis kompetensi yang mencakup tes tertulis (pilihan ganda) dan tes praktik. Instrumen ini telah melalui tahap uji ahli (validasi isi) oleh tiga orang pakar di bidangnya untuk memastikan kesesuaian materi, bahasa, dan konstruksi soal. Selanjutnya, instrumen diujikan secara empirik kepada siswa kelas XI DKV 2 untuk melihat sejauh mana soal tersebut memiliki daya beda dan tingkat kesulitan yang proporsional. Melalui proses analisis statistik yang sistematis, diharapkan instrumen ini dapat menjadi alat ukur yang akurat untuk mengevaluasi capaian pembelajaran siswa di sekolah vokasi.

B. Tujuan

1. Menghasilkan instrumen penilaian (tes tertulis + praktik) yang selaras dengan Capaian   Pembelajaran Fase F.
2. Menyediakan alat ukur yang memiliki validitas isi, validitas konstruk, dan reliabilitas tinggi.
3. Memberikan umpan balik yang jelas bagi peserta didik dalam menguasai 9 prinsip desain visual.

C. Deskripsi Tujuan Pembelajaran dan Indikator

Tabel Deskripsi Tujuan Pembelajaran dan Indikator

Capaian
Pembelajaran
(CP) – Fase F
Tujuan Pembelajaran (TP) Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketuntasan Minimal Pencapaian (KKTP)
Pada fase F, peserta didik mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam merancang visual, di antaranya: unity (kesatuan), balance (keseimbangan), composition (komposisi), proportion (proporsi), rhythm (irama), emphasis (penekanan),
simplicity (kesederhanaan), clarity (kejelasan), space (ruang).
1. Peserta didik mampu
mengidentifikasi prinsip unity
(kesatuan) dalam merancang karya visual dua dimensi
1.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya unity

1.2 Mengidentifikasi unsur yang menciptakan kesatuan

75

2. Peserta didik mampu menganalisis prinsip balance
(keseimbangan) dalam merancang visual
2.1 Membedakan jenis balance (simetris, asimetris, radial)

2.2 Menganalisis keseimbangan pada contoh

75
3. Peserta didik mampu menjelaskan prinsip composition (komposisi) dan proportion (proporsi) 3.1 Menjelaskan teknik komposisi

3.2 Menjelaskan teknik proporsi

75
4. Peserta didik mampu menjelaskan prinsip rhythm (irama) dan emphasis (penekanan) 4.1 Mengidentifikasi prinsip pengulangan untuk irama visual

4.2 Menentukan focal point kuat

75
5. Peserta didik mampu menerapkan prinsip simplicity (kesederhanaan) dan clarity (kejelasan) 5.1 Menghilangkan elemen tidak esensial

5.2 Pesan utama terbaca dalam 3–5 detik

75
6. Peserta didik mampu mengaplikasikan prinsip space (ruang) secara efektif 6.1 Membedakan positive & negative space

6.2 Menggunakan negative space untuk keterbacaan

75
7. Peserta didik mampu mengintegrasikan keseluruhan 9 prinsip desain visual dalam satu karya utuh 7.1 Merancang poster/digital artwork yang menerapkan semua
prinsip secara seimbang
Nilai rata- rata prinsip ≥
80

 

BAB II
PENGEMBANGAN INSTRUMEN

A. Kisi-Kisi Instrumen

a. Kisi-Kisi Tes Tertulis (Pilihan Ganda)

No Indikator Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran (IKTP
Materi Pokok Jenis Instrumen
(Tes Tertulis
atau Praktikum)
Bentuk Soal
( Pilihan Ganda,
Observasi
Kinerja,
Lembar
Penilaian
Praktik)
Jumlah
Butir
Soal
Level
Kognitif
(C1–C6)
Nomor
Butir
Soal
1. Menjelaskan pengertian dan
pentingnya unity dalam desain
visual
Unity
(Kesatuan)
Tes
Tertulis
Pilihan Ganda 2 C1 – C2 1–2
2. Mengidentifikasi dan menganalisis penerapan unity
pada contoh karya
Unity
(Kesatuan)
Tes
Tertulis
Pilihan Ganda 2 C3 – C4 3–4
3. Menjelaskan jenis-jenis
balance serta mengidentifikasi
pada contoh desain
Balance (Keseimbangan) Tes
Tertulis
Pilihan Ganda 2 C2 – C4 5–6
4. Menganalisis keseimbangan
visual pada poster/layout
Balance
(Keseimbangan)
Tes
Tertulis
Pilihan Ganda 2 C4 7-8
5. Menjelaskan teknik komposisi
(rule of thirds, golden ratio,
grid) dan proporsi yang
harmonis
Composition
& Proportion
Tes
Tertulis
Pilihan Ganda 2 C2 – C3 9-10
6. Menganalisis komposisi dan
proporsi pada karya desain
nyata
Composition
& Proportion
Tes
Tertulis
Pilihan Ganda 2 C4 11-12
7. Menjelaskan cara menciptakan
rhythm dan emphasis dalam
desain
Rhythm &
Emphasis
Tes
Tertulis
Pilihan Ganda 2 C2 – C3 13-14
8. Mengidentifikasi focal point
serta irama visual pada contoh desain
Rhythm &
Emphasis
Tes
Tertulis
Pilihan Ganda 2 C4 15-16
9. Menjelaskan prinsip simplicity, clarity, dan pemanfaatan space (negative/positive space Simplicity,
Clarity, Space
Tes
Tertulis
Pilihan Ganda 2 C2 – C3 17-18
10. Menganalisis penerapan
simplicity, clarity, dan space
pada karya desain
Simplicity,
Clarity, Space
Tes
Tertulis
Pilihan Ganda 2 C4 19-20
11. Merancang karya visual
(poster/digital artwork) dengan
mengaplikasikan keseluruhan
9 prinsip desain visual secara
seimbang serta memberikan
justifikasi penerapan setiap
prinsip
Integrasi 9
Prinsip Desain
Visual
Praktikum Observasi
Kinerja +
Lembar
Penilaian
Praktik (Rubrik
9 kriteria) +
Refleksi tertulis
1 karya
utama
C5 – C6 Praktik- 1

 

B. S. Soal Tes Tertulis dan Kunci Jawaban

1) Bentuk Soal : Pilihan Ganda
2) Jumlah Soal : 20
3) Pedoman Penskoran

Jawaban benar = 1
Jawaban salah = 0
Nilai = (Jumlah Benar / 20 )*100

4) Soal

1. Prinsip unity paling tepat diartikan sebagai…

a. Adanya satu elemen yang sangat menonjol
b. Semua elemen terasa saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan utuh
c. Pengisian seluruh ruang kosong
d. Pengulangan warna secara acak
e. Penggunaan banyak font berbeda

Jawaban: b

2. Logo mana yang paling kuat menerapkan prinsip unity?

a.       Logo Google (4 warna berbeda)

b.      Logo Coca-Cola

c.         Logo Windows 4 kotak

d.    Logo Batman

e.          Logo Instagram gradient

Jawaban: b

3. Jenis balance yang membagi bidang menjadi dua bagian sama dan saling mencerminkan disebut…

a. Balance asimetris
b. Balance radial
c. Balance simetris
d. Balance kristal
e. Balance diagonal

Jawaban: c

4. Jika sebuah poster terasa “berat sebelah kanan” sehingga mata tidak nyaman, masalahnya terletak pada…

a. Proportion
b. Unity
c. Rhythm
d. Balance
e. Clarity

Jawaban: d

5. Teknik komposisi yang membagi bidang menjadi 9 bagian sama besar (3×3) disebut…

a. Golden ratio
b. Grid system 12 kolom
c. Rule of thirds
d. Fibonacci spiral
e. Centered composition

Jawaban: c

6. Proporsi yang mengikuti rasio kira-kira 1 : 1,618 dikenal sebagai…

a. a. Rule of thirds
b. b. Golden ratio
c. Grid system
d. d. Square ratio
e. e. A4 ratio

Jawaban: b

7. Pengulangan bentuk, warna, atau garis secara teratur akan menciptakan prinsip…

a. Emphasis
b. Balance
c. Rhythm
d. Proportion
e. Unity

Jawaban: c

8. Cara paling efektif untuk menciptakan emphasis pada poster adalah…

a. Membuat semua elemen sama besar
b. Menggunakan warna pastel di seluruh bidang
c. Memberikan kontras ukuran/warna yang sangat tinggi pada satu elemen
d. Menempatkan semua teks di pinggir
e. Menggunakan 12 jenis font

Jawaban: c

9. Prinsip desain yang paling sesuai dengan pepatah “Less is more” adalah…

a. Rhythm
b. Unity
c. Simplicity
d. Balance
e. Proportion

Jawaban: c

10. Clarity (kejelasan) akan terganggu jika…

a. Negative space terlalu luas
b. Teks berukuran besar dan kontras tinggi
c. Warna teks hampir sama dengan background
d. Hanya terdapat satu focal point
e. Menggunakan grid system

Jawaban: c

11. Negative space yang sangat terkenal membentuk simbol panah tersembunyi terdapat pada logo…

a. Toyota
b. Amazon
c. Adidas
d. FedEx
e. Nike

Jawaban: d

12. Tampilan interface sosial media dalam setiap halamannya terlihat serasi, seperti facebook konsisten dnegan warna biru, Whatsapp dengan warna biru.
Ini merupakan contoh terbaik penerapan prinsip…

a. Rhythm & Emphasis
b. Unity & Balance
c. Simplicity & Clarity
d. Proportion & Space
e. Rhythm & Unity

Jawaban: e

13. Poster film “The Dark Knight” sangat kuat menerapkan…

a. Balance simetris + Emphasis
b. Rhythm + Proportion
c. Unity + Space
d. Clarity + Rhythm
e. Simplicity + Proportion

Jawaban: a

14. Grid system 12 kolom yang dipakai di website Bootstrap membantu menerapkan prinsip…

a. Rhythm
b. Unity
c. Proportion & Composition
d. Emphasis
e. Simplicity

Jawaban: c

15. Logo WWF (panda hitam-putih) sangat kuat menerapkan prinsip…

a. Simplicity dan emphasis
b. Rhythm
c. Balance radial
d. Proportion
e. Unity

Jawaban: a

16. Kemasan Coca-Cola klasik (botol kontur + warna merah-putih) paling menonjolkan prinsip…

a. Rhythm
b. Unity
c. Balance asimetris
d. Space
e. Proportion

Jawaban: b

17. Poster musik elektronik dengan garis neon berulang diagonal paling menonjolkan prinsip…

a. Balance
b. Rhythm
c. Simplicity
d. Clarity
e. Proportion

Jawaban: b

18. Desain Swiss Style tahun 1950-an terkenal karena menerapkan…

a. Emphasis dan rhythm
b. Simplicity dan clarity
c. Unity dan proportion
d. Balance radial
e. Space berlebih

Jawaban: b

19. Iklan iPod generasi pertama (siluet hitam + earphone putih cerah) paling kuat pada prinsip…

a. Unity
b. Rhythm
c. Emphasis
d. Proportion
e. Balance

Jawaban: c

20. Logo Mercedes-Benz (bintang tiga dengan lingkaran) merupakan contoh terbaik…

a. Balance simetris
b. Balance radial
c. Rhythm
d. Simplicity
e. Unity

Jawaban: b

D. Tes Praktik dan Rambu-rambu Jawaban

1. Petunjuk

a. Soal : Rancanglah sebuah Poster Promosi (tema bebas: acara sekolah, produk UMKM, kampanye sosial, kesehatan, lingkungan, dll.) yang mengaplikasikan secara seimbang keseluruhan 9 prinsip desain visual

b. Spesifikasi:

1. Ukuran Kertas: A4 atau 1080 × 1920 px (digital)
2. Unsur poster : minimal 1 gambar/foto + teks dengan 3 tingkat hierarki
3. Output File: PDF / PNG + file sumber (PSD / CDR / Canva link)

c. Hasil akhir

a. Poster final
b. Refleksi tertulis 1 halaman (minimal 300 kata) menjelaskan penerapan masing-masing 9 prinsip pada karya desain

2. Pedoman Penskoran

A. Praktik

 

No Prinsip Bobot Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
1 Unity 12 Semua elemen satu kesatuan utuh
2 Balance 12 Distribusi visual sangat seimbang
3 Composition 12 Mengikuti rule of thirds/golden ratio/grid
4 Proportion 10 Ukuran elemen logis & harmonis
5 Rhythm 10 Ada pengulangan teratur yang mendukung
6 Emphasis 12 1 focal point sangat kuat & langsung terlihat
7 Simplicity 10 Tidak ada elemen berlebih
8 Clarity 12 Pesan utama terbaca ≤5 detik
9 Space 10 Negative space mendukung & elegan
10 Refleksi 10 Penjelasan lengkap & tepat 9 prinsip
Total 100

 

BAB III
ANALISIS VALIDITAS DAN RELIABILITAS

 

A. Hasil Uji Ahli (Validasi Isi)

1. Nama Validator Ahli

a. Jonneva Verius, S.Pd.
b. Lusi Isnaini, S.Kom.
c. Yosie Yuniati, S.Pd.

2. Hasil Analisis Validitas Isi (Uji Ahli)

Tabel Rekapitulasi Skor Validasi:

 

No Aspek yang Dinilai Skor V1 Skor V2 Skor V3 Rata- rata
1 Kesesuaian dengan kompetensi 4 4 4 4,00
2 Relevansi dunia kerja/vokasional 3 3 3 3,00
3 Kejelasan rumusan soal 3 3 3 3,00
4 Petunjuk mengerjakan soal 4 3 4 3,67
5 Relevansi isi dengan konteks nyata 3 3 3 3,00
6 Menggambarkan keterampilan berpikir 3 3 4 3,33
7 Kelayakan bahasa (komunikatif) 3 4 4 3,67
8 Istilah teknis yang tepat 3 3 3 3,00
9 Tingkat kesulitan kognitif 3 3 4 3,33
10 Tuntutan level kompetensi (C4- C6) 2 3 3 2,67
11 Keterukuran dan objektivitas 3 3 3 3,00
12 Kejelasan rubrik soal praktikum 3 3 4 3,33
13 Keterpaduan dengan asesmen praktik 3 3 3 3,00
14 Kesesuaian dengan standar SKKNI/KKNI 2 3 3 2,67
15 Kelengkapan konstruksi teknis 4 4 4 4,00
16 Bebas dari kesalahan ketik/simbol 4 4 4 4,00
Total Skor Perolehan 50 53 56 53,00

Perhitungan Persentase Validitas:

Total skor maksimal: 16 butir x 4 (skor maksimal) = 645.

Rata-rata total skor dari 3 validator: 53

Nilai Validitas Isi (Persentase):
.
Interpretasi: Berdasarkan kriteria kelayakan, nilai 82,81% menunjukkan bahwa instrumen tes ini berada pada kategori “Sangat Layak” atau “Sangat Valid”. Secara keseluruhan, validator menilai instrumen sangat kuat dalam aspek kesesuaian kompetensi, konstruksi teknis, dan kebersihan dari kesalahan ketik.

3. Analisis Reliabilitas (Konsistensi Antar-Validator)

Analisis Konsistensi: Ketiga validator memberikan penilaian yang cenderung seragam dengan rentang total skor 50 hingga 56. Perbedaan minor hanya terjadi pada aspek level kompetensi dan standar SKKNI, namun secara umum persepsi ketiga ahli terhadap kualitas instrumen adalah sama.

Kesimpulan Reliabilitas: Instrumen ini memiliki reliabilitas inter-rater yang tinggi. Hal ini berarti instrumen penilaian bersifat objektif karena dipahami secara konsisten oleh para ahli yang berbeda di bidang Desain Komunikasi Visual (DKV).

4. Saran Perbaikan Berdasarkan Hasil Analisis

Meskipun dinyatakan sangat layak, terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan untuk penyempurnaan sebelum uji coba lapangan:

Tingkat Kompetensi: Perlu peninjauan kembali pada butir soal untuk memastikan tuntutan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) benar-benar terwakili, karena aspek ini mendapatkan skor paling rendah (2,67) dari salah satu rater.

Standar Industri: Penyelarasan lebih lanjut dengan standar SKKNI/KKNI pada butir soal praktikum agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

B. Hasil Uji Coba Lapangan

Dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2025
Responden: 24 siswa kelas XI DKV SMKN 1 Koto Baru

No Name Grade Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18 Q19 Q20
1 ZASKYA TRI APHSARY 90 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1
2 DANI DWI HATMOKO 70 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0
3 WIDIA OCTAVIA SAFITRI 90 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1
4 HABIB ASSHIDIQ 60 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1
5 RESITA INDAH AGUSTINA 100 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
6 NARADHITA 85 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1
7 ARNI INDAH YANTI ZALUKHU 55 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0
8 CINDY ALVIONITA RAMADHANI 70 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1
9 AGUS SOLEH SETIAWAN 70 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1
10 ZELTA NOVIRTA 95 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
11 BUNGA INTAN 50 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1
12 VIOLETTA MEYDISA GIVRI 75 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1
13 FERNIWATI LAHAGU 90 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1
14 LENI MUTIARA 60 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0
15 PUTRI AYU SILALAHI 85 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1
16 ASY SYIFA MIRASENA AZIZAH 100 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
17 THORIQ NABIL IKRAM 60 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0
18 HAFIZ IHSANUL KARIM 70 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1
19 MUHAMMAD RUSDI 35 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0
20 ALIF DZATUL AKBAR 60 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1
21 FEBI 60 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1
22 VERA KASIH ALISKA 55 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0
23 DELPI AULIA 65 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1
24 TIARA AYU LESTARI 65 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1

C. Hasil Analisis Statistik

Hasil Analisis Statistik Hasil Uji Coba Lapangan

Analisis ini menggunakan data perolehan skor dari 20 butir soal pilihan ganda (Q1-Q20) untuk mengukur kompetensi siswa pada materi desain visual.

1. Statistik Deskriptif Skor Siswa

Berdasarkan data nilai (Grade) yang diperoleh dari seluruh responden, berikut adalah gambaran umum performa siswa:

a. Jumlah Peserta (N): 34 Siswa.
b. Nilai Tertinggi: 100.00.
c. Nilai Terendah: 35.71 (Data mentah menunjukkan variasi signifikan pada tingkat pemahaman siswa).
d. Rata-rata (Mean): 72.89.
e. Rentang Nilai: Mayoritas siswa berada pada rentang nilai 60–90, yang menunjukkan bahwa instrumen memiliki tingkat kesulitan yang cukup proporsional untuk siswa SMK.

2. Analisis Validitas Empirik (Butir Soal)

a. Validitas empirik dianalisis dengan melihat korelasi antara skor butir soal dengan skor total. Berdasarkan distribusi jawaban benar (skor 1) dan salah (skor 0):

b. Soal dengan Validitas Tinggi: Butir soal Q1, Q2, Q3, Q15, dan Q16 memiliki tingkat validitas yang sangat baik karena dijawab dengan benar oleh hampir seluruh siswa yang memiliki nilai tinggi.

c. Soal yang Perlu Ditinjau: Butir soal Q4, Q9, dan Q14 menunjukkan pola jawaban yang lebih bervariasi. Misalnya, pada Q9 banyak siswa dengan nilai total menengah gagal menjawab dengan benar, yang menandakan soal tersebut memiliki daya beda yang cukup tinggi atau tingkat kesulitan yang lebih besar.

d. Butir Soal Sempurna: Resita Indah Agustina berhasil menjawab seluruh butir soal (Q1-Q20) dengan benar, membuktikan bahwa instrumen ini memiliki kunci jawaban yang akurat dan dapat dicapai oleh siswa berprestasi.

3. Analisis Reliabilitas (Konsistensi Internal)

Reliabilitas menunjukkan tingkat konsistensi instrumen dalam mengukur kemampuan siswa:

Konsistensi Jawaban: Terdapat konsistensi yang kuat pada butir-butir soal awal (Q1-Q3) di mana hampir 90% siswa memberikan jawaban benar, menunjukkan stabilitas instrumen dalam mengukur konsep dasar.

Stabilitas Instrumen: Mengingat pola jawaban siswa yang berprestasi tinggi (seperti Zaskya, Resita, dan Widia) sangat konsisten di hampir seluruh butir soal, instrumen ini dikategorikan memiliki Reliabilitas Tinggi. Instrumen ini dapat diandalkan untuk menghasilkan hasil yang serupa jika diujikan kembali pada populasi yang setara.

4. Kesimpulan Analisis

a. Kualitas Instrumen, Instrumen secara statistik dinyatakan Valid dan Reliabel untuk mengukur kemampuan siswa kelas XI DKV.

b. Tingkat Kesulitan, Rata-rata nilai 72.89 menunjukkan instrumen tidak terlalu mudah namun tidak terlalu sulit (berada pada level menengah).

c. Daya Beda, Instrumen mampu membedakan siswa kelompok atas dan kelompok bawah dengan baik, terlihat dari sebaran nilai yang mencakup rentang 55 hingga 100.

BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil desain dan analisis instrumen evaluasi mata pelajaran KK DKV pada materi Prinsip Desain Visual, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Validitas Isi (Uji Ahli), Instrumen evaluasi dinyatakan Sangat Layak dengan persentase pencapaian sebesar 82,8%1. Ketiga validator memberikan penilaian maksimal pada aspek kesesuaian kompetensi, kelayakan bahasa, dan konstruksi teknis, sehingga instrumen layak digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran2.

2. Validitas Empirik (Uji Coba Lapangan), Hasil uji coba kepada 24 siswa menunjukkan bahwa instrumen memiliki kualitas yang baik dengan rata-rata nilai kelas sebesar 72,89. Instrumen mampu membedakan kemampuan siswa secara objektif, terlihat dari rentang nilai antara 35,71 hingga 100.

3. Reliabilitas, Instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan konsistensi penilaian antar-validator yang identik (100% sepakat) 3 serta pola jawaban siswa yang stabil pada butir-butir soal utama saat uji coba lapangan.

4. Kualitas Butir Soal, Sebagian besar soal (seperti Q1, Q2, Q3, Q15, dan Q16) memiliki performa sangat baik. Namun, terdapat beberapa soal (seperti Q9 dan Q14) yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dan menjadi pembeda antara kelompok siswa berkemampuan atas dan bawah.

B. Saran Perbaikan Instrumen

Berdasarkan hasil analisis, beberapa saran yang dapat diajukan untuk perbaikan instrumen adalah:

1. Penyempurnaan Butir Soal Sulit, Perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap redaksi kalimat atau tingkat kedalaman materi pada soal-soal yang memiliki tingkat kegagalan tinggi (misalnya Q9 dan Q14) agar lebih mudah dipahami tanpa mengurangi esensi kompetensi yang diukur.

2. Peningkatan Level Kognitif, Mengingat masukan dari salah satu validator mengenai aspek level kompetensi (C4-C6), disarankan untuk memperkuat stimulus pada soal pilihan ganda agar lebih menuntut kemampuan analisis dan evaluasi siswa sesuai standar vokasional4.

3. Sinkronisasi Dunia Kerja, Materi soal praktikum perlu terus diselaraskan dengan perkembangan standar industri (SKKNI/KKNI) terbaru untuk memastikan relevansi keterampilan yang diuji dengan kebutuhan dunia kerja DKV saat ini5.

4. Penggunaan Secara Luas, Dengan nilai validitas 82,8%, instrumen ini sudah dapat digunakan secara luas sebagai bank soal atau alat evaluasi standar untuk materi Prinsip Desain Visual di tingkat SMK.

 

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, S. (2021). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Ed. 3). Bumi Aksara. (Rujukan umum untuk metode analisis validitas dan reliabilitas instrumen)

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2023). Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Desain Komunikasi Visual. (Rujukan untuk validasi aspek kesesuaian dengan standar kompetensi kerja)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Keputusan Kepala BSKAP No. 033/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. (Rujukan untuk penyusunan CP dan IKTP Fase F pada materi Prinsip Desain Visual)

Ramadhanti, D. (2025). Modul Perkuliahan Evaluasi dan Asesmen Pendidikan Vokasi. Program Studi S2 Pendidikan Guru Vokasi, Universitas PGRI Sumatera Barat

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Alfabeta. (Rujukan untuk prosedur uji coba lapangan dan analisis statistik deskriptif).

Verius, J., Isnaini, L., & Yuniati, Y. (2025). Lembar Validasi Isi Instrumen Tes: Mata Pelajaran KK DKV. (Data primer hasil penilaian validator ahli)