NARASIJURNAL.COM, Jambi – Pondok Pesantren Al Minhaj Litahfizil Qur’an resmi beroperasi (Minggu 27/03) kemaren. Tasyakuran peresmian selain dihadiri pengasuh ponpes, santri dan wali santri, serta masyarakat sekitar desa Serasah Kecamatan Pemayung Batanghari, turut hadir pemerintah setempat Camat Pemayung Muhammad Syaifuddin, Ketua FKPP Batanghari Gus Danil, Kadis Pertanian Batanghari, dan anggota DPRD Batanghari.
Gus Minhaj, Pimpinan Ponpes Al Minhaj Litahfizil Qur’an dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan pondok pesantren sebagai benteng dari masyarakat terlebih pemuda dan anak-anak dari maraknya penyebaran paham-paham baru.
“Secara pribadi saya mengajak dan berharap dengan keberadaan pondok pesantren ini, mampu menjadi menjadi benteng bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan anak-anak dari merajalelanya perkembangan paham-paham baru. Paham yang hadir di tengah masyarakat dengan mengandalkan propaganda mengkafirkan dan membid’ahkan amaliah-amaliah yang ada ditengah masyarakat,” sebut Gus Minhaj.
Ditambahkan Gus Minhaj, Ponpes yang berdiri di tanah seluas 3,5ha dengan 4 buah bangunan asrama, dalam perkembangan nya tidak terlepas dari sumbangsih dan support baik dari pemerintah, masyarakat dan dermawan.
“Saya mengajak para pejabat pemerintah dan dermawan untuk sama-sama membangun perkembangan pondok pesantren ini, baik moril atau materil,” lanjut Putra Guru Ahmad Riyad Tanjung Johor ini.
Sedangkan untuk perizinan ponpes, Gus Minhaj sudah silaturrahim ke rumah Ketua FKPP Gus Danil, agar difasilitasi mendapatkan izin operasional dari Kemenag.
“Pondok ini nantinya selain fokus pada membaca dan menghafal Alquran, juga belajar kitab kuning (Tauhid, Fiqh dan Tasawuf). Untuk ekstrakulikuler disini nantinya para santri dan santriwati akan di ajarkan, bertani, kebun dan ternak” tutup Minhaj”
Pemerintah Kabupaten Batanghari yang diwakili oleh Camat Pemayung Muhammad Syaifuddin, mengapresiasi kehadiran Ponpes Al Minhaj di daerahnya, dikarenakan pimpinan ponpes ini adalah ulama muda yang juga aktif dalam syiar Islam melalui MTQ.
“Dengan keberadaan Gus Minhaj di Pemayung khususnya dan Batanghari umumnya, sangat bersyukur. Beliau (Gus Minhaj-red) sering ikut MTQ, dari mulai peserta, pelatih hingga dewan hakim. Akan berimbas kepada anak-anak desa serasah, bahkan kecamatan pemayung. Agar lebih bisa di perhitungkan pada ajang MTQ, baik tingkat kecamatan, kabupaten hingga propinsi,” tegas Syaifuddin
Selain itu juga disampaikan pendirian pondok pesantren ini, seiring dengan visi misi kabupaten Batanghari Tangguh, maka akan berdampak kepada masyarakat yang agamis.
“Masyarakat yang benar-benar belajar agama dengan kitab dan dengan guru yg jelas keilmuan nya, jaman sekarang banyak yg jadi guru hanya bermodalkan internet, akibatnya sering membid’ah kan, menyesatkan orang bahkan mengkafirkan,” tegas Syaifuddin. (SPN)







