Ponpes Diniyyah Al-Azhar Bungo-Jambi Peringati Hari Santri

Berita, PENDIDIKAN20 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, BUNGO – Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi menggelar serangkaian upacara peringatan Hari Santri 2021 yang dilaksanakan, Jumat (22/10) di lapangan Pondok Pesantren. Hadir dalam kegiatan, Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi Ustadz H.M. Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, M.M, Wakil Ketua Yayasan Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi Ustadz H.M Zulfadli El-Yusufi, Lc, M.Pd, Syaikh Ali Abdul ElMoety Shaban, para kepala Unit Pendidikan, Murabbi dan Murabbiyah, santri dan santriwati baik dari SD IT, SMP IT, MTs, dan MA Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi.

Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah dengan pengibaran bendera merah putih. Dilanjutkan dengan pembacaan janji santri.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi Ustadz H.M Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, M.M menyampaikan beberapa point penting kepada santri dalam peringatan Hari Santri ini. Diantaranya peringatan kali ini bukti eksistensi bahwa tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Bahwa sejarah dengan didirikannya organisasi NU dan Muhammadiyah oleh Kiyai Haji Hasyim Asy’ari dan Kiyai Haji Ahmad Dahlan yang keduanya merupakan santri pula. Kemudian jauh sebelum itu, para santri sudah turut serta berjuang dalam rangka mencapai kemerdekaan RI yang diimpikan segenap bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Hari Santri Nasional 2021 merupakan apresiasi pemerintah, apresiasi bangsa dan ucapan khusus bangsa Indonesia terhadap Santri. Hal ini juga berkenan dengan jasa para santri terdahulu. “Tetaplah bangga menjadi santri karena santri hari ini akan menjadi pemimpin masa akan datang,” katanya.

Setiap manusia memiliki cita-cita dan setiap cita-cita harus bisa ditanamkan sebagai mimpi. Hanya dengan inilah akan bisa mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita dimasa yang akan datang.

“Maka jadilah santriwan dan Santriwati yang rajin. Hanya orang rajin yang bisa memimpin dirinya sendiri. Terutama sikap dan perilakunya sendiri. Orang yang rajin akan memerintahkan dirinya sendiri untuk melakukan apapun yang menjadi keinginan besar untuk keberhasilan mereka dimasa mendatang. Begitupula sebaliknya orang yang malas tidak perlu dipaksa, dia akan tersiksa, dia akan menjadi pribadi yang sulit dalam setiap keadaan. Dan tentu akan sulit pula mencapai keberhasilannya,” terang pria yang juga alumni Santri Kuningan ini.

Katanya, orang sukses tidak akan malas, orang malas tidak akan pernah sukses, inilah yang harus dipahami santri. Teruslah menjadi pribadi yang rajin, karena orang rajin adalah ciri-ciri orang yang sukses. Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih tanpa ada perjuangan.

“Tidak ada perjuangan yang bisa dicapai tanpa ada pengorbanan. Dan pengorbanan tanpa ada keikhlasan hati masing-masing,” ujarnya.

Termasuk pengorbanan santri hari ini dengan berpisah dari keluarga untuk melaksanakan hal yang baik. Tidak ada paksaan agar menjadi sebuah kebiasaan, akan menjadi sebuah karakter, sehingga akan menentukan nasib kalian masing-masing.

Perhatikan pikiran Anda, karena itu akan menjadi tindakan. Perhatikan tindakan Anda, karena mereka akan menjadi kebiasaan. Perhatikan kebiasaan Anda karena mereka akan membentuk karakter Anda. Perhatikan karakter Anda, karena itu akan menentukan nasib Anda)

“Perhatikan dan lihat baik-baik apa yang ada didalam pikiran kita. Karena dari pikiran itu akan menentukan apa yang akan diucapkan. Perhatikan apa yang kita ucapkan, kata optimis karena itu akan mempengaruhi tindakan kita. Disaat ini ketika santri membiasakan diri sholat berjamaah, membiasakan diri melakukan hal baik, membiasakan diri adab adab yang baik, maka akan menjadi karakter kalian semua dimasa akan datang,” terangnya.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

“Tempat kalian belajar ini, Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi, yang berdiri di Kota Jambi, Tebo dan Bungo dengan jumlah peserta didik hampir 4.000 siswa, dulunya adalah hutan belantara. Yang diawali dengan santri satu dan dua. Dengan tekat dan usaha, Alhamdulillah semua niat Allah, siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil,” pungkasnya. (Ari/NJ