Luput Dari Perhatian, Potret Pendidikan yang Dinaungi Kemenag Tanjabbar

NARASIJURNAL.COM, Tanjabbar –
Sarana prasarana pendidikan sangatlah penting bagi peserta didik, guna untuk meningkatkan proses belajar mengajar yang nyaman dan aman.

Namun kali ini sangatlah miris jika dilihat dari sarana dan prasarana pendidikan di salah satu Madrasah Diniyah Awaliyah Hidaytul Islamiyah, yang terletak di parit 8, RT 02, Desa Dataran Pinang, Kecamatan Kuala Betara, kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Rabu (16/02/2022).

Dinyah Awaliyah Hidaytul Islamiyah di desa terpencil parit 8, RT 02, Desa Dataran Pinang, Kecamatan Kuala Betara, kabupaten Tanjung Jabung Barat, gedung sekolah rusak parah. (Foto Firman /NJ)

Sejak awal Madrasah tersebut di  bangun hingga puluhan tahun sampai saat ini masih aktif digunakan proses belajar mengajar. Namun mirisnya Madrasah ini belum sama sekali mendapat bantuan dari pemerintah, luput perhatikan oleh pihak pemerintah yang di naungi oleh Kementerian Agama kabupaten Tanjabbar.

Pengajar Muslim menuturkan kepada media narasijurnal.com, bahwa Madrasah sejak berdiri belum tersentuh bantuan fisik dari pemerintah, terlihat beberapa sarana rusak parah. Padahal katanya, lembaga ini salah satu lembaga pendidikan agama di wilayahnya.

“Anak-anak juga kasian pada saat proses belajar mengajar ada yang tertimpa bangunan yang di atas, seperti kayu plafon dek yang sudah tidak layak,” kata Muslim.

Terpisah, melihat kondisi itu tidak ketinggalan tokoh masyarakat setempat M Ridwan memberikan tanggapannya. Madrasah ini meski bangunan bisa dikatakan jauh dari kata layak, namun proses belajar mengajar masih tetap aktif.

“Kondisinya sangatlah tidak layak lagi jika diperhatikan dari segi bangunannya, mulai dari dinding berlobang, lantainya banyak yang berlobang, serta meja belajar pun sudah banyak yang rusak berat. Selama kurang lebih dalam kurung waktu sepuluh tahun ini belum sama sekali ada bantuan dari pihak terkait, khususnya dari Kementerian Agama kabupaten Tanjabbar,” katanya.

Ditambahkannya, pihak sekolah sudah pernah mengajukan bantuan ke pihak desa Dataran Pinang, tapi terkendala tentang petunjuk teknis nya itu tidak ada dalam Anggaran Dana Desa.

“Masalahnya madrasah tersebut sudah dalam naungan pihak pemerintah daerah yaitu Kementerian Agama Tanjabbar,” ucapnya.

Besar harapan masyarakat, agar pemerintah daerah, khususnya Kementerian Agama yang menaungi dalam pendidikan Agama untuk dapat membatu madrasah Diniyah di desa ini, karna kondisinya sangatlah memprihatinkan.

Sementara itu,  Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Tanjabbar Drs. Hasbi M.Pd I melalui Kasubag TU Hasanudin M Pd I saat di temui di ruangan kerjanya menjelaskan, di Kemenag, sudah ada lending sektor yaitu kasi Diniyah dan Pontren, supaya tidak salah jadi lebih baik langsung ke bagian kasi Diniyah dan pontren.

“Ia mengatakan bahwa masalah ini tidak tahu, lebih baik langsung aja ke bagian Kasi Diniyah dan Pontren,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Diniyah dan Pontren Ahmad Yamin, saat ini sedang mengikuti kegiatan di Provinsi Jambi. Sehingga belum bisa dimintai keterangan terkait hal ini. (Fir/NJ)