Sosialisasi dan Demonstrasi Persiapan Bibit Aren di Nagari Sungai Dareh

PENDIDIKAN67 Dilihat

DHARMASRAYA – Kegiatan pengabdian masyarakat dan sosialisasi mengenai persiapan bibit tanaman aren untuk penanaman berhasil dilaksanakan. Berkat kontribusi dari Dede Suhendra, S.P., M.P., selaku ketua tim pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wali Nagari Sungai Dareh yang diwakili oleh Mul, Ketua Kelompok Tani Bukik Kandang, Herijon beserta anggota kelompok, serta dosen dan mahasiswa Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Kampus 3 Universitas Andalas.

Pengangkutan bibit aren ke lahan./Ist.
Pengangkutan bibit aren ke lahan./Ist.

 

Selain itu, kegiatan ini didukung oleh LPPM UNAND melalui skema Program Kemitraan Masyarakat untuk Membantu Usaha Berkembang (PKM MUB).

Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr.) merupakan jenis tanaman perkebunan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Salah satu produk utama yang dihasilkan dari tanaman aren adalah nira yang diperoleh melalui penyadapan bunga jantan, yang kemudian dapat diolah menjadi gula aren atau berbagai jenis minuman.

Selain itu, bagian lain dari tanaman aren, seperti ijuk, juga memiliki berbagai manfaat. Ijuk, misalnya, dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pembuatan tali, sikat, dan bahan anyaman.

Oleh karena itu, pengembangan tanaman aren dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar lainnya, baik dari segi produk pangan, minuman, maupun bahan baku untuk keperluan industri lokal.

Manfaat dari persiapan bibit adalah untuk menghasilkan tanaman unggul, di mana pembibitan yang baik akan menghasilkan tanaman berkualitas tinggi.

Hal ini juga dapat menghemat biaya, karena memperbanyak tanaman sendiri lebih ekonomis. Dengan menggunakan bibit aren berumur 1 dan 2 tahun.

Persiapan bibit juga bertujuan untuk memastikan kualitas bibit aren yang akan ditanam di lapangan memenuhi standar, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan pertumbuhannya.

Bibit aren umur 15 bulan siap tanam /Ist.

 

Selain itu, bibit yang diperoleh akan sehat, bebas dari hama dan penyakit. Serta memiliki daya adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan setempat, yang pada akhirnya dapat memaksimalkan hasil produksi tanaman aren melalui pemilihan bibit yang tepat.

Bibit yang berkualitas dan siap untuk ditanam memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut: pertumbuhan akar, batang, dan daun yang seimbang dan proporsional.

Usia bibit aren yang ideal berkisar antara 6 hingga 12 bulan, tergantung pada kondisi pertumbuhannya. Akar sudah menembus polibag, batangnya kuat, dan daunnya terbuka lebar.

Dengan susunan yang tidak menguncup. Jumlah daun mencapai sekitar 6-10 helai, dengan warna hijau segar dan permukaan yang mengkilap.

Selain itu, bibit ini juga bebas dari serangan hama atau penyakit, seperti bercak pada daun atau akar yang busuk.

Tahapan persiapan bibit aren meliputi proses penyemaian dan pemeliharaan yang dilakukan di lingkungan yang terlindung dan terkontrol dengan baik.

Penyemaian bibit dilakukan di tempat yang aman, dengan suhu, kelembapan, dan cahaya yang terjaga agar mendukung pertumbuhan bibit.

Pemeliharaan bibit mencakup kegiatan rutin seperti penyiraman, pemberian pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, serta pemantauan terhadap kesehatan bibit untuk menghindari serangan hama atau penyakit.

Setelah bibit mencapai usia 6 hingga 12 bulan, pemilihan bibit yang memenuhi kriteria siap tanam dilakukan. Bibit yang dipilih harus bebas dari penyakit, memiliki akar yang kuat dan sehat, batang yang kokoh, serta daun yang tampak segar dan sehat.

Pemilihan bibit unggul ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan dalam penanaman dan pertumbuhan aren di masa mendatang. Berikut penampilan bibit tanaman aren pada umur 1 tahun.(***)